Kericuhan Nkunku dan Leao, 3 Poin Milan Diwarnai Perdebatan Penalti
Kemenangan AC Milan atas Como Diwarnai Ketegangan Antara Nkunku dan Leao
Kemenangan AC Milan atas Como dalam pertandingan pekan tunda 16 Serie A Liga Italia 2025/2026 diwarnai oleh ketegangan antara dua pemain andalan klub, Christopher Nkunku dan Rafael Leao. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como sebagai tuan rumah harus mengakui kekalahan dari tim tamu, AC Milan, dengan skor akhir 1-3.
Rossoneri lebih dulu mencetak gol melalui Marc-Oliver Kempf pada menit 30′. Keunggulan ini bertahan hingga penghujung babak pertama sebelum akhirnya AC Milan menyamakan kedudukan via penalti Christopher Nkunku (45+1′).
Alih-alih mengunci kemenangan di kandang, Como besutan Cesc Fabregas harus mengakui kemenangan tim Merah Hitam lewat gol Adrien Rabiot di menit 55′ dan 88′. Berbekal hasil ini, AC Milan yang dilatih Massimiliano Allegri, konsisten bersaing melawan Inter Milan dalam perburuan Scudetto.
Inter Milan yang sementara menempati posisi Capolista alias pemuncak klasemen Liga Italia berbekal 46 poin, unggul tiga angka atas AC Milan di urutan kedua. Sedangkan bagi Como, posisi mereka tetap di peringkat keenam dengan raihan poin 34.
Peran Penting Nkunku dalam Kemenangan
Kemenangan atas Como sangat krusial bagi AC Milan. Sebab di dua laga Serie A sebelumnya, skuad besutan Max Allegri gagal memetik poin penuh ketika ditahan imbang 1-1 Fiorentina dan Genoa (1-1). Menariknya, di balik kemenangan AC Milan terselip cerita ketegangan antara Christopher Nkunku dengan Rafael Leao.
Di akhir babak pertama, AC Milan mendapatkan hadiah penalti setelah Rabiot dijatuhkan di kotak penalti dan wasit menunjuk titik putih. Pada saat itu ada dua pemain Milan yang ingin mengambil penalti itu yaitu Nkunku dan Leao. Namun secara mengejutkan, Leao yang biasanya jadi algojo penalti justru tidak mengambil penalti itu.
Nkunku kemudian ditugaskan menjadi algojo dan sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 sebelum babak pertama berakhir.
Penjelasan Allegri tentang Peristiwa Penalti
Dalam wawancaranya di DAZN seusai laga, Allegri membeberkan situasi penalti tersebut. Ia mengakui bahwa ia meminta Leao untuk mengalah agar Nkunku yang mengambil penalti tersebut.
“Ya, memang benar dia (Leao) ingin mengambil penalti tersebut, dan kita juga tahu dia sudah berulang kali menjadi eksekutor penalti kami,” buka Allegri.
“Namun pada saat itu saya merasa bahwa lebih baik Nkunku yang mengambil penalti itu. Saya mendengar separuh penonton di tribun berteriak seakan-akan dia (Nkunku) gagal mencetak gol, namun kemudian saya lihat para pemain dan pelatih kami di bangku cadangan bersorak gembira.”
Allegri pun tak ingin mengecilkan arti keberadaan Leao, yang sejatinya pada kemenangan atas Como dia juga ambil peran penting untuk mengukir comeback. Kompatriot Cristiano Ronaldo ini menjadi penyumbang assist untuk gol kedua AC Milan yang dibukukan Adrien Rabiot.
“Saya ingin memberi Leao sedikit lebih banyak ruang gerak di dekat Nkunku, lalu membuka ruang di sisi lapangan saat menguasai bola,” jelas sang pelatih.
“Dia luar biasa pada gol kedua dengan sentuhan pertamanya untuk mengontrol umpan silang dan memberikan assist kepada Rabiot,” puji Italiano berusia 58 tahun tersebut.
Persiapan untuk Laga Selanjutnya
Di pertandingan selanjutnya, AC Milan akan menjalani laga kandang pekan 21 menjamu Lecce di San Siro Stadium, Senin (19/1) pukul 02.45 WIB. Kemenangan menjadi harga mati bagi Rossoneri untuk tetap menjaga konsistensi dan momentum mereka dalam persaingan Scudetto.
