April 18, 2026

Berita Olah Raga

Berita Seputar Olah Raga Indonesia dan Mancanegara

Sentimen Positif terhadap Rexy Mainaky Tetap Ada Meski Wajah Malaysia Tercemar di SEA Games 2025

Aa1gyylm.jpg

Rexy Mainaky menerima dukungan setelah tim Malaysia tidak berhasil mencapai target empat medali emas dalam cabang bulu tangkis pada SEA Games 2025.

Kiprah Malaysia dalam cabang bulu tangkis pada SEA Games 2025 tergolong mengecewakan meskipun akhirnya mereka berhasil meraih satu medali emas.

Hasil yang diperoleh sangat mengecewakan mengingat Negeri Jiran mengirimkan pasukan terbaiknya di sektor ganda dengan harapan meraih setidaknya empat medali emas yang telah ditetapkan.

Medali tertinggi yang diraih Malaysia berasal dari nomor ganda putri, yaitu melalui pasangan Pearly Tan dan Thinaah Muralitharan.

Di sisi lain, nomor tunggal putra dan ganda campuran yang seharusnya meraih medali emas tambahan justru mengalami kegagalan total.

Mengandalkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik serta Man Wei Chong/Kai Wun Tee dalam nomor ganda putra, Malaysia harus menghadapi tekanan dari Indonesia.

Harapan untuk meraih medali terbesar sirna setelah Chia/Soh yang berada di peringkat kedua dunia kalah oleh Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.

Sementara itu, pasangan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei yang merupakan juara dunia 2025 tidak mampu memberikan performa terbaiknya dan hanya mampu meraih medali perunggu.

Gagalnya sektor ganda dalam menunjukkan performa terbaik pada ajang olahraga terbesar di kawasan ASEAN tersebut mendatangkan kritikan tajam terhadap Rexy Mainaky.

Pelatih Indonesia yang menjabat sebagai Direktur Pelatihan Ganda Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia atau BAM pernah menyampaikan rencananya untuk mengundurkan diri.

Hasrat untuk mundur ini dianggap sebagai bentuk tanggung jawab Rexy terhadap kegagalan yang terjadi di Malaysia kali ini.

Namun, mantan pemimpin BAM Datuk James Selvaraj tetap berpendapat bahwa Rexy layak mempertahankan posisinya saat ini berkat pengalamannya.

Peran Rexy dinilai masih penting bagi Malaysia dalam mampu bersuara lebih di kancah internasional, bukan hanya terpaku pada kegagalan di SEA Games.

Dalam pandangan Selvaraj, para pemain juga bertanggung jawab atas kegagalan ini karena mereka merupakan penghalang terakhir di lapangan.

“Tidak adil untuk menyalahkan pelatih sepenuhnya,” ujar Selvaraj, dilaporkan dari situs Bharian.

“Para pemain merupakan orang terakhir di lapangan dan mereka juga harus bertanggung jawab,” katanya menambahkan.

Pada kesempatan yang sama, Selvaraj menganggap kegagalan Malaysia ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi mental pemain, tekanan, serta metode latihan.

Sebaliknya, kesempatan ini menjadi momen yang tepat bagi Rexy untuk menunjukkan kemampuannya sebagai salah satu tokoh penting dalam dunia bulu tangkis Malaysia.

“Banyak hal yang berpengaruh, seperti pola latihan, tekanan, persiapan mental, serta peran psikologi olahraga,” ujar Selvaraj.

Menurut saya, Rexy masih perlu tetap berada di sini, ia adalah mantan juara dunia dan memahami apa yang diperlukan di tingkat tertinggi.

“Ini bisa menjadi tantangan baru baginya untuk bangkit kembali dan mengembalikan performa tim ke jalur yang tepat,” tambahnya.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.