April 18, 2026

Berita Olah Raga

Berita Seputar Olah Raga Indonesia dan Mancanegara

KOI ungkap alasan bonus Rp1 miliar diberikan ke atlet peraih emas SEA Games 2025

Koi.jpg

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa kebijakan menaikkan bonus emas hingga Rp1 miliar merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah perjuangan atlet, bukan semata-mata soal materi.

Dalam keterangannya kepada awak media di Bangkok, Senin, 15 Desember 2025, Oktohari menjelaskan bahwa perhatian pemerintah yang terasa kuat pada ajang SEA Games kali ini memberikan dorongan moral yang signifikan bagi para atlet.

Menurutnya, atlet tidak hanya bertanding untuk mengejar prestasi pribadi, tetapi juga merasakan dukungan penuh dari negara yang menghargai kerja keras mereka.

“Peningkatan bonus emas menjadi Rp1 miliar ini bukan persoalan pragmatis. Yang lebih penting adalah pesan moralnya. Atlet merasakan bahwa negara hadir dan peduli dengan perjuangan mereka,” ujar Oktohari, dikutip dari ANTARA pada Senin, 15 Desember 2025.

Ia menambahkan, besarnya perhatian yang diberikan pada SEA Games 2025 menjadi sinyal positif bagi masa depan pembinaan olahraga nasional.

Oktohari menilai dukungan tersebut tidak akan berhenti di ajang Asia Tenggara saja, melainkan akan berlanjut ke level kompetisi yang lebih tinggi, seperti Asian Games hingga Olimpiade.

“Kalau di SEA Games saja perhatian dan dukungannya sudah sebesar ini, tentu kita bisa membayangkan bagaimana komitmen negara ke depan saat kita menatap Asian Games dan Olimpiade,” katanya.

Indonesia Tempel Thailand di Klasemen SEA Games 2025

Hingga pertengahan penyelenggaraan SEA Games Thailand 2025, performa kontingen Indonesia dinilai cukup menggembirakan.

Indonesia sementara berada di posisi kedua klasemen perolehan medali dengan raihan 52 medali emas, 65 perak, dan 70 perunggu. Capaian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia mampu bersaing ketat di papan atas perolehan medali.

Meski demikian, Oktohari mengingatkan seluruh elemen tim, mulai dari atlet, pelatih, hingga ofisial, agar tidak cepat berpuas diri. Ia menegaskan bahwa perjuangan belum selesai dan konsentrasi harus tetap dijaga hingga pesta olahraga ini resmi ditutup pada 20 Desember mendatang.

“Per hari ini kita memang berada di peringkat kedua. Ini jelas membanggakan, tetapi kita tidak boleh terlena. Masih ada pertandingan-pertandingan penting ke depan,” tegasnya.

Oktohari juga menyoroti masih terbukanya peluang untuk menambah pundi-pundi medali emas dari sejumlah cabang olahraga yang belum menyelesaikan seluruh nomor pertandingan.

Oleh karena itu, ia menilai fokus, konsistensi, dan kesiapan mental menjadi faktor kunci agar performa tim Indonesia tetap stabil hingga hari terakhir.

“Sumber medali emas masih tersedia di beberapa cabang berikutnya. Semua itu harus terus kita jaga sampai SEA Games benar-benar berakhir,” ujarnya.

Pandangan senada disampaikan Chief de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk SEA Games 2025, Bayu Priawan Djokosoetono. Menurut Bayu, perolehan sementara 52 medali emas bukanlah hasil yang datang secara kebetulan, melainkan cerminan dari kualitas atlet Indonesia yang semakin matang dan siap bersaing.

“Ini bukan sikap overoptimistis. Raihan ini menunjukkan bahwa kualitas atlet kita memang semakin baik,” kata Bayu.

Ia menjelaskan bahwa tim CdM terus memberikan pendampingan intensif selama SEA Games berlangsung.

Pendampingan tersebut dilakukan melalui kehadiran langsung di arena pertandingan, koordinasi dengan pelatih dan ofisial, serta dukungan nonteknis yang bertujuan menjaga kondisi fisik dan mental atlet.

Salah satu bentuk dukungan nonteknis yang dioptimalkan adalah keberadaan Rumah Indonesia. Fasilitas ini dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul, beristirahat, dan memulihkan kondisi mental atlet di tengah ketatnya jadwal pertandingan.

“Rumah Indonesia menjadi ruang penting untuk menjaga kebersamaan dan pemulihan mental atlet,” ungkap Bayu.

Bayu juga menekankan bahwa dukungan dari Presiden dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sangat dirasakan oleh seluruh anggota kontingen. Perhatian tersebut, menurutnya, menjadi tambahan energi yang memotivasi atlet untuk tampil maksimal di setiap pertandingan.

“Dukungan dari Presiden dan Menpora benar-benar terasa dan itu menjadi energi tambahan bagi atlet saat bertanding,” ujarnya.***

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.