Real Madrid Kekhawatiran! Bintang Muda Rp626 Miliar Absen Lawan Liverpool
– Real Madrid kembali menerima berita buruk menjelang pertandingan sengit melawan Liverpool di Liga Champions. Kali ini bukan terkait strategi, juga bukan drama di ruang ganti.
Namun, bintang muda mereka mengalami cedera aneh, Franco Mastantuono. Anak baru bernilai Rp626 miliar ini secara resmi didiagnosis menderita pubalgia—penyakit yang sebelumnya juga menimpa Lionel Messi dan Lamine Yamal.
Pengumuman tersebut langsung diumumkan oleh klub melalui situs resmi mereka, beberapa jam sebelum sesi latihan terakhir di Valdebebas. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa Mastantuono mengalami cedera pubalgia.
Cedera ini membuatnya tidak bisa mengikuti sesi latihan pada hari Senin dan hampir pasti tidak akan tampil saat melawan Liverpool. Madrid hanya bisa menunggu dan berharap pemain tersebut pulih lebih cepat dari perkiraan.
Cedera yang Tidak Bisa “Pulih Sempurna”
Pubalgia. Kata yang tidak sering terdengar oleh penggemar sepak bola, namun sangat ditakuti oleh para atlet. Cedera ini bukanlah soal otot yang rusak atau lutut yang membengkak.
Lokasinya berada di sekitar tulang kemaluan, di area di mana banyak otot bertemu. Nyeri yang dirasakan tajam dan terus-menerus, terutama saat menendang atau mengubah arah gerakan.
Menurut fisioterapis Lluis Puig, mantan anggota medis Barcelona, pubalgia bukan cedera yang bisa sembuh hanya dengan istirahat selama satu atau dua minggu. Ia seperti tamu yang sulit diusir—kadang menghilang, tapi bisa muncul kembali kapan saja.
Atlet perlu memahami cara hidup dengan kondisinya. Oleh karena itu, banyak atlet harus melakukan latihan tambahan agar tetap dapat bermain tanpa mengalami kesulitan yang berlebihan.
Mengapa Bisa Terjadi?
Franco Mastantuono masih berusia 18 tahun. Sama seperti Lamine Yamal di Barcelona, ia sering tampil, terlalu muda, dan intens. Lebih dari 200 pertandingan dalam tiga tahun terakhir—angka yang luar biasa untuk usia sepayah dia.
Di dunia sepak bola saat ini, beban semacam ini sering kali berujung pada satu istilah: pubalgia. Dokter olahraga, Pedro Luis Ripoll, menjelaskan bahwa cedera ini dapat mengurangi kemampuan menembak dan bergerak hingga 50 persen.
Rasa sakitnya, menurutnya, membuat pemain seakan “terikat rantai di pinggang”. Mereka masih mampu tampil, tetapi performanya tidak akan sama. Itulah yang pernah dialami Messi saat masih bermain di Barcelona—tampil, tapi bukan seperti Messi yang sebenarnya.
Harga Mahal Seorang Berlian
Madrid menghabiskan sekitar £38,5 juta atau sekitar Rp626 miliar untuk mendatangkan Mastantuono dari River Plate pada musim panas lalu. Pemain yang dijuluki “the next Di María” ini diharapkan menjadi bagian penting dari masa depan Los Blancos.
Namun, kini ia harus menghadapi salah satu cedera yang paling sulit dalam dunia olahraga. Messi sendiri pernah mengakui merasa frustrasi karena pubalgia menghalanginya tampil dalam semua pertandingan.
Ia hanya mampu berlatih ringan, sementara rasa sakit terus muncul tanpa peringatan. “Ini bukan cedera yang bisa sembuh dalam sekejap,” katanya pada saat itu. Itulah sebabnya, setiap kali seorang pemain didiagnosis mengalami pubalgia, tim medis dan pelatih langsung mengetahui: ini akan memakan waktu lama.
Tantangan Madrid Menjelang Liverpool
Sekarang, Real Madrid menghadapi kenyataan yang menyakitkan. Mereka kehilangan seorang pemain muda yang seharusnya menjadi kejutan di Liga Champions. Tanpa Mastantuono, Xabi Alonso mungkin harus mengubah strategi lini tengah.
Lawan yang menunggu? Liverpool. Tim yang tidak pernah mengampuni lawan yang sedang lemah. Cedera ini mungkin tidak separah sobekan ACL atau patah tulang, tetapi dampaknya sama saja menghancurkannya.
Pubalgia tidak terlihat, tetapi menyiksa dari dalam. Dan bagi Real Madrid, kehilangan seorang pemain muda berbakat menjelang pertandingan besar seperti ini adalah pukulan keras yang tidak mereka duga datang begitu cepat.***
