Doa Kapolda Riau untuk Kemenangan PSPS Pekanbaru atas Sriwijaya FC
, PEKANBARU – Kemenangan PSPS Pekanbaru melawan Sriwijaya FC dengan skor sempit 1-0 di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Jumat (10/10/2025), bukan hanya terkait dengan gol saja.
Di balik kemenangan tersebut, terdapat momen yang menyentuh dan penuh kehangatan antara Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dengan para pendukung PSPS Curva Nord, yang menunjukkan wajah sepak bola Riau yang damai dan sopan.
Beberapa jam sebelum pertandingan dimulai, kondisi di luar stadion terlihat berbeda.
Tidak hanya suara drum penonton dan warna biru langit sore yang mencolok, tetapi juga pemandangan yang tidak biasa dari Kapolda Riau yang bergabung dengan para pendukung PSPS, duduk bersama di taman depan stadion.
Kapolda Herry tidak hadir dalam acara resmi. Ia datang untuk berdoa dan makan bersama para pendukung, sebagai wujud dukungan serta pendekatan humanis dari kepolisian terhadap masyarakat.
Kegiatan dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh Dirintelkam Polda Riau Kombes Wimboko, diikuti oleh ratusan pendukung dan petugas.
Di tengah kesunyian sore hari, semua orang menyatukan harapan agar sepak bola Riau kembali menjadi sumber kebanggaan dan simbol persatuan.
Setelah berdoa, suasana menjadi lebih hangat. Nasi kotak sederhana dari Dapur Umum Korps Brimob Polda Riau dibagikan kepada para pendukung.
Irjen Herry terlihat duduk di lantai bersama mereka, menyapa satu per satu, serta mendengarkan keluhan para penggemar dengan penuh perhatian.
“Melalui pendekatan Green Policing, mari kita pastikan pertandingan sepak bola ini berlangsung aman, teratur, dan penuh dengan semangat kejujuran. Bersama kita kuat,” kata Irjen Herry yang diiringi tepuk tangan antusias dan sorakan dukungan dari Curva Nord.
Konsep Green Policing yang diusung Polda Riau menekankan pendekatan kepolisian yang lebih manusiawi, partisipatif, dan harmonis, serta memanfaatkan olahraga khususnya sepak bola sebagai media untuk menciptakan perdamaian sosial.
Peristiwa paling mengharukan terjadi saat ratusan penggemar Curva Nord secara bersamaan menyanyikan lagu “Terima Kasih Kapolda!”.
Kekuatan suara mereka terdengar di sekitar stadion, menggantikan keributan persaingan dengan nyanyian persahabatan.
Beberapa penggemar terlihat mata mereka berkaca-kaca ketika Kapolda berdiri dan memberikan hormat, gerakan kecil yang memunculkan rasa hormat yang besar.
Bagi mereka, sore itu menjadi bukti bahwa pihak berwajib dan pendukung dapat bersatu dalam semangat yang sama: menjaga perdamaian di dunia sepak bola.
Saat malam tiba dan pertandingan dimulai, rasa kebersamaan terasa hingga ke lapangan.
PSPS tampil dengan penuh semangat. Setelah bermain imbang 0-0 di babak pertama, pemain cadangan Reyhan Firdaus akhirnya menjadi pahlawan dengan mencetak gol pada menit ke-89 yang memastikan kemenangan 1-0 bagi PSPS Pekanbaru.
Kemenangan ini tidak hanya meningkatkan posisi PSPS menjadi peringkat 8 dalam klasemen sementara dengan raihan 5 poin, tetapi juga memberikan kemenangan semangat bagi masyarakat Riau.
Laga berlangsung dengan aman, teratur, dan penuh rasa sportif sesuai dengan semangat Green Policing yang diusung oleh Kapolda.
Malam itu, Stadion Kaharuddin Nasution menjadi saksi bahwa sepak bola bukan hanya tentang angka, tetapi juga mengenai kebersamaan, rasa saling menghormati, dan cinta terhadap kampung halaman.
Dari doa di waktu senja hingga gol kemenangan di menit terakhir, semuanya menyatu dalam pesan yang jelas bahwa Riau dapat menjadi teladan bagi sepak bola Indonesia yang damai, penuh semangat, dan penuh persaudaraan.
“Sepak bola akan selalu menjadi milik masyarakat. Selama kita bersatu, Riau akan tetap tangguh,” ujar Irjen Herry(mcr36/jpnn)
