April 18, 2026

Berita Olah Raga

Berita Seputar Olah Raga Indonesia dan Mancanegara

Taman Olahraga Rumbai Jadi Pusat Kuliner dan Pakaian di Pekanbaru

Aa1ldima.jpg

– Para pedagang di wilayah Taman Olahraga Rumbai, yang lebih dikenal sebagai Taman Politeknik Caltex Riau (PCR), kini semakin ramai.

Lokasi Taman Olahraga Rumbai yang terletak tidak jauh dari Stadion Kaharudin Nasution menjadi peluang bisnis baru bagi para pedagang.

Terlebih lagi dengan semakin meningkatnya jumlah masyarakat yang beraktivitas olahraga di Taman Olahraga Rumbai.

Namun banyak masyarakat dan pengunjung Taman Olahraga Rumbai yang merasa terganggu akibat semakin maraknya para pedagang.

Sebab kehadiran para pedagang telah menyebar hingga ke lapangan yang biasanya digunakan masyarakat sebagai tempat berolahraga.

Meskipun dahulu masih terdapat pedagang yang menjual barang di lokasi tersebut, jumlahnya belum begitu banyak, dan belum mencapai area tempat warga berolahraga.

Di lokasi itu terlihat para pedagang berderet menjajakan berbagai jenis barang dagangannya.

Tidak hanya usaha kuliner, tetapi juga terdapat penjual mainan anak-anak, pakaian, aksesori, serta berbagai jenis barang dagangan lainnya.

Seorang penduduk Rumbai bernama Ipet menyampaikan bahwa tempat tersebut telah menjadi lokasi berolahraga bersama keluarganya.

Meskipun awalnya merasa nyaman dengan kehadiran para pedagang, semakin meningkatnya jumlah mereka membuatnya merasa terganggu.

“Sebenarnya tidak ada masalah, karena kita juga perlu makan dan minum setelah berolahraga. Banyak pilihan juga. Kami juga senang para pedagang bisa mencari rezeki di sini. Tapi lama kelamaan semakin ramai, sehingga tempat kami berolahraga pun digunakan untuk berjualan,” ujar Ipet yang merupakan seorang mahasiswi.

Sementara itu, Dewi, warga lainnya menyatakan lebih nyaman jika lokasi tersebut hanya digunakan sebagai tempat olahraga saja, tanpa adanya tambahan fasilitas atau unsur lainnya.

“Seharusnya fokus hanya pada tempat olahraga. Jadi lebih nyaman berolahraga, tidak terganggu. Ini mirip dengan car free day, awalnya khusus untuk berolahraga, tapi lama-lama lebih banyak yang menjual barang. Itu sangat disayangkan, karena tempatnya bagus tapi banyak pedagang, hingga mengganggu aktivitas olahraga. Lebih baik dikelola dengan baik oleh pemerintah, ada area khusus untuk para pedagang, mungkin dekat sini, tetapi jangan sampai masuk ke area olahraga,” katanya.

Warga lainnya, Sandi juga mengatakan senang berolahraga di taman tersebut. Menurutnya, lokasi itu sejak lama memang sangat nyaman digunakan sebagai tempat berolahraga.

Selain tersedia jalur untuk berlari, di tempat tersebut juga terdapat banyak pohon yang membuat udara menjadi lebih segar pada waktu sore.

“Di sini berolahraga terasa segar dan nyaman. Ada banyak pohon, anginnya sepoi-sepoi, tidak terlalu panas. Setelah berolahraga, bisa bersantai dan duduk di area yang disediakan oleh para pedagang. Namun, jika terlalu ramai memang agak mengganggu. Karena beberapa tempat olahraga juga digunakan sebagai tempat berjualan,” tambahnya.

Berbeda dengan Risni, yang membawa anak-anaknya bermain di lokasi tersebut. Menurutnya lebih baik jika terdapat banyak pedagang, karena membuat tempat bermain anak menjadi nyaman.

“Menurut saya, lebih baik ramai pedagang. Anak-anak memiliki banyak pilihan. Selain itu, tersedia tempat menyewa motor-motoran juga, saya lebih suka cara seperti ini,” katanya.

Selain berlari, banyak jenis kegiatan olahraga lain yang dilakukan oleh masyarakat di sana, seperti bulu tangkis, sepak bola, voli, basket, senam, dan sebagainya.

Selain di lokasi tersebut, tempat lain yang digunakan masyarakat sebagai area olahraga adalah Stadion Kaharudin Nasution Rumbai yang terletak di seberang jalan Taman Olahraga Rumbai.

Kegiatan olahraga masyarakat di sana umumnya berupa lari pagi.

Sementara itu, para pedagang yang berjualan di tempat tersebut mengatakan merasa cukup nyaman menjual barangnya di sana.

Banyaknya warga yang berolahraga menjadi berkah bagi mereka.

“Kalau soal mengapa berjualan di sini, ya karena tempat ini ramai pembeli. Tidak mungkin kita menjual di lokasi yang sepi. Yang penting halal dan tidak mengganggu orang lain, jadi tidak masalah. Sampai saat ini belum ada warga yang mengeluh terganggu dengan keberadaan kami berjualan di sini,” ujar Ira, seorang pedagang yang menjual makanan dan kopi di lokasi tersebut. “Masalah mengapa kami berjualan di sini, karena tempat ini banyak orang yang belanja. Tidak mungkin kita berdagang di tempat yang sepi. Untuk mencari nafkah, selama cara itu halal dan tidak mengganggu orang lain, tidak apa-apa. Sampai sekarang belum ada warga yang menyampaikan keluhan terhadap keberadaan kami di sini,” kata Ira, seorang pedagang makanan dan kopi di lokasi tersebut. “Mengapa kami memilih berjualan di sini, karena tempat ini ramai pengunjung. Tidak mungkin kita menjual di tempat yang sepi. Tujuan utamanya adalah untuk mencari penghasilan, asalkan halal dan tidak mengganggu orang lain, maka tidak masalah. Hingga saat ini belum ada warga yang merasa terganggu dengan aktivitas kami di sini,” ujar Ira, seorang penjual makanan dan kopi di lokasi tersebut.

Pedagang lainnya, Yenti menyatakan, ia telah berdagang di tempat tersebut selama beberapa tahun terakhir.

Dulunya ia mengakui ada pembayaran yang diberikan kepada pihak Lembaga Pemberdayaan Masyarakat. Namun sejak lebih dari setahun lalu, hingga saat ini menurutnya tidak ada lagi pembayaran.

“Pada masa lalu memang ada pembayaran, ada yang mengenakan biaya. Namun sudah lebih dari setahun tidak ada lagi. Jika tempat ini memang disediakan oleh pemerintah bagi kami untuk berdagang,” katanya.

Namun ia mengakui, dalam kehidupan sehari-hari para pedagang tetap membayarkan biaya kebersihan sebesar Rp 3.000 per hari kepada warga yang memang bertugas membersihkan lokasi tersebut setiap saat.

Ditanya mengenai kesiapannya jika diatur oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, ia menyatakan keberatannya. Karena jika dipindahkan, masyarakat yang berolahraga akan semakin jauh untuk berbelanja.

“Jika dipindahkan, belum tentu akan ramai. Saat ini kami melihat warga yang berolahraga merasa nyaman. Tidak ada jaminan bahwa jika dipindahkan, warga tetap ramai berbelanja. Jika memang bisa dipastikan lokasinya dekat, dan benar-benar bisa berjualan serta ramai pembeli, tidak masalah, terlebih jika tempatnya lebih baik. Namun jangan sampai merugikan para pedagang. Jangan sampai setelah dipindahkan, kami harus membayar lebih mahal, sementara harapan kami dari menjual di sini juga tidak terlalu besar. Pemerintah juga harus adil. Tapi jika bisa memilih, kami lebih nyaman di sini,” katanya.

Taman Olahraga Rumbai terletak di Umban Sari, Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau dan buka dari pukul 09.00 hingga 22.00 WIB.

()

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.