Skandal Naturalisasi Guncang Malaysia, FIFA Temukan Dokumen Palsu Pemain FAM
KABAR TASIKMALAYA – Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) sedang menghadapi krisis besar setelah FIFA mengungkap adanya dokumen naturalisasi pemain asing yang dipalsukan. Skandal ini menyebabkan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Hannah Yeoh, marah dan menegaskan bahwa tindakan FAM telah merusak reputasi sepak bola nasional Malaysia di dunia internasional.
FIFA Mengungkap Bukti Pemalsuan Naturalisasi
FIFA merilis laporan resmi pada Senin, 6 Oktober 2025, yang menyebutkan bahwa FAM terbukti melakukan pemalsuan dokumen terhadap tujuh pemain yang telah diangkat sebagai warga negara. Mereka adalah:
- Facundo Garces,
- Gabriel Palmero,
- Hector Hevel,
- Rodrigo Holgado,
- Joao Figueiredo,
- Jon Irazabal, dan
- Imanol Machuca.
Dalam dokumen yang dikirimkan ke FIFA, FAM menyatakan bahwa para pemain memiliki keturunan dari kakek atau nenek yang lahir di Tanah Melayu, seperti di Malaka, Penang, George Town, Johor, dan Sarawak. Namun, hasil penyelidikan FIFA menemukan bahwa data tersebut tidak benar.
Sebagai contoh, disebutkan bahwa kakek Hector Hevel lahir di Selat Malaka. Namun hasil penyelidikan menunjukkan bahwa kakeknya, Hendrik Jan Hevel, sebenarnya lahir di Den Haag, Belanda. Fakta ini yang menyebabkan FIFA memberikan sanksi keras kepada FAM dan para pemain.
FIFA mengumumkan temuan ini melalui situs web resminya.Digitalhub.fifa.com dan bisa diakses publik.
Kronologi Skandal Naturalisasi FAM
Kasus ini dimulai dari laporan yang diterima oleh FIFA pada 11 Juni 2025, satu hari setelah pertandingan Malaysia melawan Vietnam dalam Kualifikasi Piala Asia 2027. Laporan tersebut meragukan sahnya proses naturalisasi beberapa pemain asing yang baru bergabung dengan klub Malaysia.
Berikut rangkaian kejadian lengkap sesuai dengan laporan FIFA:
- 19 Maret 2025:FAM mengajukan proses kewarganegaraan Hector Hevel.
- 20 Maret 2025: Pengajuan naturalisasi Gabriel Palmero.
- 6 Juni 2025:Permohonan kewarganegaraan alami dari Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, dan Jon Irazabal.
- 10 Juni 2025:Pertandingan Malaysia melawan Vietnam dihelat.
- 11 Juni 2025:Laporan dugaan masuk ke FIFA.
- 22–28 Agustus 2025: FIFA memulai investigasi disipliner.
- 22 September 2025:FAM mengajukan pembelaan bersama dengan dokumen yang dikeluarkan oleh Pemerintah Malaysia.
- 29 September 2025:FIFA memberikan hukuman berupa denda dan larangan bermain selama 12 bulan kepada tujuh pemain, serta denda administratif terhadap FAM.
Pemerintah Malaysia Terlibat?
Berdasarkan hasil penyelidikan FIFA, ditemukan bahwa dokumen kelahiran kakek dan nenek para pemain dicetak oleh pemerintah Malaysia berdasarkan data yang diperoleh dari luar negeri. Dokumen tersebut selanjutnya digunakan oleh FAM untuk mempercepat proses naturalisasi.
Temuan ini memberikan tekanan signifikan terhadap FAM, khususnya setelah masyarakat Malaysia menganggap federasi telah merendahkan negara di panggung internasional.
Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Beri Peringatan Keras
Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Hannah Yeoh, menyatakan rasa kecewanya terhadap skandal tersebut. Ia menganggap tindakan FAM tidak hanya merusak semangat olahraga, tetapi juga meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan sepak bola nasional.
“Saya sangat kecewa. Ini bukan hanya masalah sepak bola, tetapi berkaitan dengan integritas bangsa,” katanya dalam pernyataan resmi.
Pemerintah Malaysia saat ini meminta FAM untuk bertanggung jawab sepenuhnya dan segera memperbaiki sistem verifikasi naturalisasi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.
