April 18, 2026

Berita Olah Raga

Berita Seputar Olah Raga Indonesia dan Mancanegara

Pesan Jay Idzes Usai Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026, Ingatkan untuk Tidak Saling Menyalahkan

Mail 1454731 960 720.png

Gagalnya Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia 2026 meninggalkan rasa sedih bagi para pemain, termasuk kapten tim Garuda, Jay Idzes, pada hari Minggu (12/10/2025).

Timnas Indonesia tidak berhasil tampil di Piala Dunia 2026 setelah mengalami dua kekalahan dalam babak empat kualifikasi, kalah 2-3 dari Arab Saudi dan 1-0 melawan Irak.

Namun di tengah rasa kecewa, kapten Timnas Indonesia Jay Idzes muncul sebagai sosok yang menenangkan dengan pesan yang mengharukan.

Melalui unggahan yang panjang di akun Instagramnya, bek yang bermain untuk Sassuolo menyampaikan betapa pentingnya persatuan dalam situasi sulit.

Saya tidak tahu dari mana memulai… Impian kami untuk tampil di panggung terbesar di dunia telah berakhir.

“Sulit untuk menggambarkan perasaanku saat ini. Berat rasanya ketika kau berjuang keras selama waktu yang lama, lalu gagal,” ujar Jay Idzes.

Meski merasa kecewa, Jay Idzes tidak membiarkan dirinya terjebak dalam kesedihan. Ia lebih memilih menekankan makna perjalanan Timnas Indonesia yang penuh dengan perjuangan dan semangat tim yang kuat.

Bagi dia, apa yang telah dilalui oleh tim Garuda bukanlah kekalahan, tetapi bagian dari proses besar menuju masa depan yang lebih cerah.

  

Sejak awal bergabung dengan Timnas, aku merasakan adanya ikatan khusus di antara kami.

“Antara pemain dan para pendukung, bahkan di dalam tim. Terdapat ikatan yang tak terucapkan, dan aku bersyukur menjadi bagian dari hal itu,” tulisnya.

Namun yang paling mencolok dari pesannya adalah ajakan untuk menjaga persatuan.

Saat masyarakat mulai kecewa dan emosi memuncak, Idzes justru mengingatkan agar semua pihak tidak saling menyalahkan.

Saya mengharapkan semua pihak untuk menghargai dan memberikan dukungan kepada para atlet serta tim.

“Siapa kita jika justru saling merusak di saat sulit? Itu bukan kita, itu bukan Indonesia. Kita selalu berada di sisi satu sama lain, apa pun yang terjadi,” ujar Jay Idzes.

Kalimat tersebut menjadi inti dari pesannya — bahwa semangat Garuda yang sebenarnya tidak hanya muncul saat menang, tetapi juga ketika bangsa ini diuji melalui kekalahan.

Atlet berusia 25 tahun ini juga menyatakan bahwa perjalanan Timnas Indonesia masih panjang.

Menurut Idzes, kegagalan ini bukanlah akhir, tetapi bagian dari proses yang lebih besar dalam membangun masa depan sepak bola Indonesia.

Ia menyadari, perjuangan mereka tidak hanya berdampak pada generasi sekarang, tetapi juga bagi generasi mendatang.

Kami sedang menciptakan sesuatu, tidak hanya untuk diri kami sendiri, tetapi juga untuk generasi yang akan datang.

Tujuan kami adalah mencapai hal-hal luar biasa bersama, tetapi yang lebih penting, tujuan kami adalah meninggikan nama sepak bola Indonesia di dunia.

Kami berharap dapat membantu pemuda berkembang sehingga mereka bisa datang dan mengambil alih ketika waktunya tiba. Karena hal ini lebih besar daripada kita semua.

“Ini bukan hanya tentang tim ini mencapai tujuan, tetapi tentang menghasilkan sesuatu yang akan bertahan selamanya,” katanya.

Postingan Idzes mendapatkan ribuan respons positif dari masyarakat. Banyak orang terkesan dengan ketenangan dan kedewasaannya dalam menghadapi kegagalan.

Di tengah ramainya komentar dan kritik setelah Indonesia gagal melaju ke babak playoff Piala Dunia, pesannya terdengar seperti air segar—mengingatkan semua bahwa kekuatan sebenarnya sebuah tim tidak hanya terlihat di lapangan, tetapi juga di hati yang tetap bersatu.

Dengan ucapan yang sederhana namun penuh makna, Jay Idzes menekankan satu hal: Indonesia tidak boleh terpecah akibat kekalahan.

Justru saat ini saatnya untuk saling memegang tangan dan berjalan bersama menghadapi perjuangan berikutnya.

(/Tio)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.