April 18, 2026

Berita Olah Raga

Berita Seputar Olah Raga Indonesia dan Mancanegara

Perubahan Tren Olahraga: Dari Sepeda ke Padel, Pandangan Sosiolog

Aa1kd48b.jpg

Olahraga padel sedang populer di Indonesia, menggantikan tren bersepeda yang sempat marak – Olahraga padel kini menjadi perhatian di Indonesia, menggantikan kegemaran bersepeda yang sebelumnya diminati – Populernya olahraga padel di Indonesia mulai menggeser ketertarikan terhadap bersepeda – Kini olahraga padel tengah digemari di Indonesia, menggantikan popularitas bersepeda yang sebelumnya ada – Olahraga padel kini menjadi tren baru di Indonesia, menggantikan kebiasaan bersepeda yang sebelumnya diminatiboomingPada masa pandemi Covid-19. Dulu jalan-jalan dipenuhi oleh pengendara sepeda dan toko sepeda ramai dikunjungi pembeli, kini lapangan padel di Jakarta dan sekitarnya mulai berkembang pesat.

 

Perubahan arah minat dari bersepeda ke permainan padel dianggap wajar oleh para ahli. Sosiolog Nia Elvina S.Sos., M.Si., memandang perubahan ini sebagai bagian dari siklus gaya hidup yang terjadi dalam masyarakat.

  • Asal Muasal Permainan Padel yang Semakin Terkenal dan Ketentuan Bermainnya
  • Berapa Pengeluaran yang Diperlukan untuk Bermain Padel?

“Perubahan tren di masyarakat ada yang terjadi secara berulang (siklus). Olahraga yang sedang diminati pada suatu masa akan berbeda dengan masa berikutnya, namun bisa muncul kembali dalam jangka sekitar sepuluh tahun,” ujar Nia kepada, Sabtu (9/8/2025). 

Menurutnya, dinamika ini mirip dengan perkembangan dalam gaya berpakaian yang selalu berubah, tetapi terkadang kembali ke gaya lama. Hal yang menarik, menurut Nia, adalah siapa yang mengikuti tren tersebut.

Untuk diketahui, dilaporkan oleh , Sabtu (9/8/2025), penjualan sepeda mewah di sebuah toko sepeda di STC Senayan, Jakarta Pusat, mengalami penurunan signifikan setelah wabah Covid-19.

Sebagai perbandingan, saat ini sudah banyak lapangan padel di Jakarta, belum termasuk yang sedang dalam proses pembangunan dan akan segera dibuka, sebagaimana dilaporkan olehRabu (2/7/2025).

Tren olahraga berubah dari sepeda menuju permainan padel

Penggemar tren dan gaya hidup FOMO

Nia menganggap, pelaku tren, yang dalam bahasa populer disebut “kelompok pengikut” atau FOMO (fear of missing out), biasanya berasal dari kalangan bawah.

“Karena secara pengetahuan belum masuk dalam kategori masyarakat berpengetahuan, mereka lebih mudah dipengaruhi. Mereka cenderung melihat fenomena dari permukaannya, bukan dari intinya,” jelas Nia.

Meskipun demikian, olahraga seperti padel atau bersepeda sebelumnya bukanlah aktivitas yang murah.

Harga alat padel bisa mencapai jutaan rupiah, demikian pula dengan sepeda yang harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah tergantung pada model dan mereknya.

Lalu bagaimana masyarakat kelas menengah bawah dapat bergabung dengan tren ini? Nia menjelaskan, terdapat fenomena menarik dari sisi ekonomi.

Banyak penelitian menunjukkan, masyarakat kelas menengah bawah mengambil utang, baikonline (daring) maupun non-online (luring), dan penggunaannya lebih banyak digunakan untuk memenuhi gaya hidup, termasuk mengikuti perkembangan tren,” jelas Nia.

Secara sosial, tindakan ini dilakukan guna meningkatkan status dalam pandangan masyarakat.

  • Beralih dari Tenis, Berapa Anggaran yang Diperlukan untuk Padel?
  • 4 Panduan Olahraga Padel yang Aman, Untuk Mengurangi Potensi Cidera

Ikut tren olahraga tidak merugikan, asalkan…

Lakukan sesuai kemampuan dan keperluan

Dari sudut pandang Nia, tren olahraga tidak akan merugikan bila dilakukan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan.

“Jika kita memang membutuhkan olahraga padel untuk kesehatan dan harganya terjangkau, berarti kita bertindak sesuai dengan intinya,” katanya.

Ia kemudian memberikan contoh, fenomena tren boneka Labubu.

“Jika membeli Labubu dengan memahami maknanya, seperti simbol keberanian atau pemicu semangat belajar atau bahkan untuk hiasan kamar, itu adalah keputusan yang tepat,” kata Nia.

“Tetapi jika hanya membeli karena ingin mirip dengan Lisa (Blackpink) yang memiliki barang tersebut, berarti kita tidak memahami makna sebenarnya,” tambahnya.

Hal yang sama berlaku untuk tren olahraga. Jika masyarakat hanya mengikuti arus tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan finansial, risiko kerugian justru sangat besar.

 

Berapa lama lagi popularitas olahraga padel akan berlangsung?

Diperkirakan tidak akan bertahan lama

Meskipun saat ini popularitas padel sedang meningkat, Nia menganggap tren ini tidak akan bertahan lama. Menurutnya, seperti tren sepeda sebelumnya, minat masyarakat akan menurun ketika muncul tren yang lebih baru.

Perpindahan dari sepeda ke permainan padel memang terlihat alami dalam perkembangan tren gaya hidup. Namun, yang harus diperhatikan adalah kebiasaan masyarakat yang mengikuti tren tanpa pertimbangan matang.

Menurut Nia, kuncinya ialah memahami inti dari hal-hal yang kita ikuti, bukan hanya meniru saja.

Dengan memahami tujuan yang sebenarnya, baik untuk kesehatan, hobi, atau hanya sekadar prestise, masyarakat dapat menghindari risiko keuangan dan kekecewaan di masa depan.

Pada akhirnya, tren akan berubah, namun dampak dari keputusan yang diambil, khususnya terkait keuangan, bisa bertahan lebih lama daripada masa berlaku tren tersebut.

  • 6 Alasan Olahraga Padel Populer, Termasuk Keterampilannya yang Mudah
  • Peradangan Epicondylitis Lengan Siku pada Pemain Padel, Apakah Bersifat Menetap?

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.