MLSC Semarang 2025-2026: Lahirkan Bintang Sepakbola Putri
Keributan teriakan para pendukung menambah semarak pertandingan pamungkas MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 1 Tahun 2025 – 2026 yang berlangsung di Stadion Universitas Diponegoro Tembalang, Semarang Jawa Tengah, pada Minggu (10/8). Di kategori KU-12, SDN Sendangmulyo 04 tampil luar biasa dan berhasil mengalahkan SDN Karangsono 2 Mranggen. Sementara itu, tim KU-10 SDN Klepu 03 mampu meraih tiga gelar juara setelah mengalahkan SD Nasima dengan skor 4-0.
Mengabadikan jalannya pertandingan, laga final KU-12 yang mempertemukan SDN Sendangmulyo 04 melawan SDN Karangsono 2 Mranggen berlangsung sangat sengit dan penuh semangat. Tim SDN Sendangmulyo 04 yang dipimpin oleh Kaisa Fatikha Ar-ridho langsung melakukan serangan yang tajam di area bahaya tim SDN Karangsono 2 Mranggen sejak kick-off babak pertama. Pertukaran serangan tak dapat dihindari di tengah lapangan dalam upaya merebut bola.
SDN Sendangmulyo 04 berhasil mencetak gol kacamata di menit ke-8 berkat umpan yang diberikan Alice Vinorea Putri, yang kemudian dieksekusi dengan sempurna oleh Janeeta Alodya menggunakan kaki kanannya. Satu menit setelahnya, Alice memperlebar keunggulan melalui tendangan indah yang melewati pertahanan tim SD Karangsono 2 Mranggen. Unggul dua angka tidak membuat pemain SDN Sendangmulyo 04 lengah. Mereka terus berusaha membobol pertahanan Soraya Alfi Anggraini dan kawan-kawan. Di akhir babak pertama, Janeeta mencatatkan brace setelah menggiring bola dengan lancar melewati pertahanan di area bahaya SDN Karangsono 2 Mranggen. Tanpa ragu, Janeeta melepaskan tendangan ke sisi kiri gawang yang tidak dapat dihalau oleh kiper Aurellya Septa Rayana. Skor 3-0 menjadi penutup babak pertama.
Memasuki menit ke-15, tim SDN Sendangmulyo 04 tidak mengurangi intensitas serangan mereka dengan terus menciptakan peluang. Sayangnya, di awal babak kedua, peluang-peluang tersebut belum berhasil diubah menjadi gol. Seperti pada menit ke-17, Queennara Anashadiva gagal melakukan tembakan langsung ke gawang lawan karena terpeleset. Demikian pula dengan kesempatan tendangan bebas yang dilakukan Janeeta di menit ke-20 masih belum mampu mencapai area terlarang.
Ketegangan kembali terpecahkan berkat kerja sama yang baik dari trio penyerang Queennara-Janeeta-Alice yang berhasil menipu pertahanan lawan dengan umpan-umpan pendek. Tiga gol tambahan pada menit ke-22, menit ke-23, dan menit ke-28 memperkuat keunggulan tim SDN Sendangmulyo 04 hingga akhir babak kedua dengan skor 6-0.
“Saya sangat senang hari ini tim kami saling bekerja sama dengan baik, ada kimiawan tiga penyerang kami di depan gawang. Sehingga kami berdua bisa mencetak gol masing-masing. Pertahanan juga sangat baik yang membantu kami dalam menyerang sehingga kami bisa memperoleh gelar juara kembali. Terima kasih teman-teman atas usaha keras pada seri 1 ini,” ujar Janeeta yang juga meraih penghargaan Top Scorer KU 12 dengan total 21 gol.
Sebelumnya, dalam MLSC Semarang 2025 yang berlangsung bulan Februari lalu, tim yang dilatih oleh Ananda Ginanjar Bagasworo hanya mampu meraih posisi kedua. Kemenangan mereka sebagai juara dalam MLSC Semarang Seri 1 2025 – 2026 menjadi sumber kebanggaan dan pemicu semangat untuk terus berkembang.
“Pertandingan final hari ini sangat luar biasa, terutama dari fase grup mereka selalu konsisten dengan semangat bermainnya, mencetak banyak gol. Itu adalah keberuntungan bagi para siswi yang berhasil menjadi juara dalam seri pertama ini. Kami ikut empat kali dalam MilkLife Soccer Challenge tentu mereka berkembang dengan tambahan latihan di SSB. Latihan rutin dan kekompakan menjadi kunci kemenangan kami,” kata Coach Bagas, panggilan akrabnya.
Di laga final KU-10, pemain SDN Klepu 03 tampil percaya diri menghadapi SD Nasima. Sejak wasit Heri Sulistyo meniup peluit dimulainya babak pertama, Shakila Azalia Ardani dan rekan-rekannya langsung melakukan serangan masuk ke area pertahanan SD Nasima. Tidak tinggal diam, pemain SD Nasima segera melakukan serangan balik untuk menghalangi bola sampai ke zona berbahaya.
Ketangguhan SDN Klepu 03 berhasil memecahkan pertahanan lawan setelah memanfaatkan kesalahan kiper SD Nasima Afiqah Nabila Shafiyya Rahman pada menit ke-5. Sepakan kaki kanan Shakila berhasil mengirim bola ke gawang lawan. Unggul 1-0 membuat semangat SDN Klepu 03 semakin berkobar untuk memperlebar keunggulan. Di akhir babak pertama, Shakila mencetak gol kedua melalui skema tendangan bebas yang membuat papan skor berubah menjadi 2-0.
Setelah jeda minum, tim yang dilatih Althariq Bagus Istianto semakin aktif dalam menyerang. Dominasi permainan yang ditunjukkan SDN Klepu 03 hingga akhir babak kedua berhasil menambah dua gol tambahan melalui tendangan Shakila. SDN Klepu 03 memastikan kemenangan ketiga mereka dengan skor akhir 4-0. “Kemenangan ini pantas mereka dapatkan karena hasil kerja keras dan latihan rutin. Tentu saja gelar juara ini tidak membuat kami puas, tim kami akan terus berlatih untuk meningkatkan kemampuan hingga menjadi yang terbaik,” ujar Pelatih Althariq.
SSB Membuka Kelas Putri, Ekosistem Mulai Berjalan
Penyelenggaraan MLSC Semarang Seri 1 Tahun 2025 – 2026 mulai memacu perkembangan ekosistem sepakbola putri di Kota Atlas. Kali ini, sebanyak 1.213 siswi dari 64 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) di kota Semarang serta sekitarnya ikut berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.
Tidak hanya dari segi kuantitas, kemampuan para putri juga menunjukkan peningkatan dalam menguasai ‘bola bundar’ saat bermain di lapangan. Hal ini mendorong beberapa sekolah sepak bola (SSB) di Kota Semarang untuk membuka kelas khusus bagi para putri, seperti Bhaladika Pertiwi, Arema FC Women Academy, dan Ratanika Putri Semarang.
Pelatih kepala MLSC, Timo Scheunemann mengapresiasi jumlah sekolah sepak bola yang kini mulai menyediakan kelas untuk perempuan. Hal ini memberikan wadah bagi pemain muda perempuan untuk berlatih dan mengasah kemampuan mereka sehingga dapat tampil optimal saat berkompetisi dalam ajang bergengsi seperti MLSC.
“Sistem sepak bola putri telah terbentuk. Tren positif ini tidak hanya terjadi di Semarang, tetapi juga di kota-kota lain. Saya mengapresiasi hal ini karena memberikan para atlet kesempatan untuk berkembang dan melanjutkan karier mereka ke tingkat profesional. Hal ini juga menunjukkan bahwa kita memiliki sistem regenerasi yang berjalan dengan sangat baik, karena kita memang mulai dari bawah,” kata Pelatih Timo yang mendapatkan lisensi pelatihan UEFA A di Cologne, Jerman sejak 2007.
Kepala Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menyatakan penyelenggaraan MLSC 2025-2026 merupakan komitmen dari Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife untuk terus mendorong perkembangan sepakbola putri Indonesia melalui ajang yang sistematis dan berkelanjutan. Hal ini memberikan dukungan penuh kepada para pemain perempuan untuk turut serta dalam membentuk masa depan sepakbola putri.
“Para pemain sepak bola perempuan muda kita semakin menunjukkan kemampuan mereka dari tahun ke tahun. Ini merupakan tanda baik bagi ekosistem sepak bola perempuan yang akan terus berkembang. Kami akan terus mendorong dengan menyelenggarakan kompetisi mulai dari usia 8 hingga 16 tahun sebagai upaya menjaga kelancaran alur pengembangan pemain. Dengan demikian, visi kami untuk memperkuat posisi sepak bola wanita Indonesia di dunia akan segera tercapai,” ujar Yoppy.
Berikut adalah daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 1 Tahun 2025 – 2026:
Kategori Usia 10
Juara : SDN Klepu 03
Runner-up : SD Nasima
Finalis : SDN Wonotingal dan MIN Kota Semarang
Pencetak Gol Terbanyak : Shakila Azalia Ardani – SDN Klepu 03 (37 gol)
Pemain Terbaik : Asancaya Jasmine – SD Nasima
Penjaga terbaik : Wisma Mandhe Hita – SDN Klepu 03
Tim Fairplay : SDN Kembangarum 2 Semarang
Kategori Usia 12
Juara : SDN Sendangmulyo 04
Juara kedua : SDN Karangsono 2 Mranggen
Finalis : SDN Klepu 03 dan SDN Wonotingal
Pencetak Gol Terbanyak : Janeeta Alodya – SDN Sendangmulyo 04 (21 gol)
Pemain Terbaik : Erlinda Julita Ragil Pratiwi – SDN Klepu 03
Terbaik penjaga gawang : Khanza Mutia Nindyanti – SDN Wonotingal
Tim Fairplay : SDN Karangayu 02
