April 18, 2026

Berita Olah Raga

Berita Seputar Olah Raga Indonesia dan Mancanegara

Mengapa Tubuh Menggigil Saat Berlatih Pilates?

Aa1ld3z5.jpg

Pilates merupakan jenis latihan yang bermanfaat untuk memperkuat otot inti, meningkatkan kelenturan tubuh, serta memperbaiki posisi tubuh. Namun, beberapa orang yang baru mulai mencobanya sering mengalami getaran pada tubuh saat melakukan gerakan tertentu. Kejadian ini sering menimbulkan kebingungan, bahkan ada yang mengira bahwa hal tersebut menunjukkan adanya gangguan pada tubuh.

Sebenarnya, getaran yang terjadi saat berlatih tidak selalu mengindikasikan sesuatu yang berbahaya. Terdapat beberapa faktor fisiologis dan mekanis yang dapat memicu hal tersebut, mulai dari respons otot hingga kondisi sistem saraf. Berikut penjelasan lebih lanjut dari berbagai perspektif yang bisa membantu memahami mengapa hal ini terjadi.

1. Otot mencapai aktivasi tertinggi saat berada dalam posisi stabil

Saat melakukan Pilates, banyak gerakan yang memaksa otot tetap bekerja meskipun tubuh tidak berpindah jauh. Posisi-posisi ini memicu serabut otot untuk terus berkontraksi agar tetap stabil, sehingga menghasilkan sinyal kontraksi yang lebih kuat. Akibatnya, koordinasi otot menjadi sangat aktif dan menyebabkan kontraksi kecil yang terasa sebagai getaran.

Semakin kecil otot yang digunakan, semakin cepat terjadi getaran karena otot kecil lebih mudah lelah. Keadaan ini sering dialami oleh otot inti, paha bagian dalam, atau bahkan otot lengan saat menahan berat badan. Untuk pemula, tubuh biasanya memerlukan masa penyesuaian agar otot terbiasa menjaga kontraksi selama periode yang lebih panjang.

2. Sistem saraf mengirimkan sinyal dengan kekuatan yang besar

Setiap gerakan dalam Pilates memerlukan keterlibatan koordinasi antara otak, sistem saraf, dan otot. Ketika otot belum terbiasa, sistem saraf akan mengirimkan sinyal dengan cepat dan kuat untuk menjaga keseimbangan tubuh. Proses ini terkadang menyebabkan sedikit ketidakselarasan antar serabut otot yang akhirnya menghasilkan getaran.

Saat latihan terus berlangsung, sistem saraf akan mulai belajar mengatur pola sinyal secara lebih efektif. Perubahan ini umumnya menyebabkan pengurangan getaran seiring dengan meningkatnya kemampuan koordinasi dan kekuatan otot. Namun, pada tahap awal, intensitas sinyal saraf yang tinggi merupakan hal yang wajar dan tidak membahayakan.

3. Kekuatan otot mulai berkurang setelah terjadi kontraksi yang berulang

Latihan Pilates memanfaatkan kekuatan otot secara terus-menerus tanpa jeda yang lama. Hal ini akan menghabiskan cadangan energi yang tersimpan dalam otot, khususnya glikogen dan adenosin trifosfat (ATP). Ketika energi berkurang, kontraksi otot menjadi tidak stabil dan menyebabkan getaran.

Kondisi ini bisa terjadi lebih cepat jika tubuh belum terbiasa dengan tingkat latihan yang dilakukan. Oleh karena itu, pemanasan yang cukup, asupan gizi yang seimbang, serta istirahat yang cukup dapat membantu mengurangi penurunan energi otot. Dengan berlatih secara rutin, otot akan menjadi lebih efisien dalam menggunakan energi sehingga getaran berkurang.

4. Perubahan keseimbangan tubuh mengakibatkan peningkatan aktivitas otot yang menyebabkan getaran

Banyak gerakan Pilates melibatkan perpindahan dari satu posisi ke posisi lain dengan mengandalkan pengendalian penuh. Perubahan posisi yang perlahan memaksa otot-otot penyeimbang bekerja lebih keras untuk menjaga postur tubuh. Jika otot-otot ini belum cukup kuat, kontraksi yang tidak merata bisa menyebabkan getaran.

Gerakan yang melibatkan otot inti dan punggung bawah sering kali menjadi penyebab utamanya. Meskipun terasa melelahkan, latihan ini penting untuk menciptakan keseimbangan tubuh jangka panjang. Seiring berjalannya waktu, peningkatan kekuatan otot penyeimbang akan membuat perpindahan posisi lebih lancar tanpa banyak getaran.

5. Proses penyesuaian tubuh terhadap latihan yang baru memerlukan waktu tertentu

Tubuh memiliki cara beradaptasi yang memerlukan tahapan tertentu. Ketika seseorang pertama kali mencoba latihan Pilates, sistem otot dan saraf menghadapi beban yang berbeda dari kegiatan sehari-hari. Respons alami terhadap beban baru ini adalah munculnya gemetar karena otot dan saraf sedang berusaha menyesuaikan diri.

Latihan yang rutin akan membuat tubuh lebih terbiasa dalam mengendalikan gerakan dan mengatur kekuatan. Setelah beberapa minggu, getaran biasanya berkurang seiring meningkatnya koordinasi, daya tahan, serta kekuatan otot. Sangat penting memberi waktu bagi tubuh agar proses adaptasi berjalan dengan baik tanpa memaksakan intensitas yang terlalu tinggi.

Gempaan tubuh saat melakukan Pilates merupakan reaksi alami yang muncul akibat kombinasi aktivitas otot, sistem saraf, dan proses penyesuaian tubuh. Dengan latihan rutin, pemanasan yang benar, serta istirahat dan asupan gizi yang tepat, gempaan ini biasanya akan berkurang. Memahami hal ini membantu kamu tetap tenang dan konsentrasi pada manfaat latihan tanpa merasa cemas berlebihan.

Referensi

Mengapa Otot Menggigil Saat Berlatih Pilates? Ilmu Pengetahuan di BaliknyaForm Pilates. Diakses pada Agustus 2025.

“The Pilates Shake”. Pilates Plus OC. Diakses pada Agustus 2025.

Mengapa Pilates Menyebabkan Tubuh Menggigil?Pilatay. Diakses pada Agustus 2025.

“Pilates Shakes, Explained”. PopSugar. Diakses pada Agustus 2025.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.