April 18, 2026

Berita Olah Raga

Berita Seputar Olah Raga Indonesia dan Mancanegara

Mengapa Piala Dunia U-17 2025 Digelar di Lapangan Akademi, Bukan Stadion Megah

Aa1pieta.jpg

Piala Dunia U-17 2025 mengusung konsep baru yang hanya memanfaatkan lapangan akademi tanpa membangun stadion besar, sesuatu yang dipastikan tidak ramah bagi para penggemar sepak bola Indonesia.

Piala Dunia U-17 2025 mengusung konsep terbaru dengan tema festival, yang memberikan pengalaman baru bagi para penggemar dalam menyaksikan pertandingan.

Hal ini tidak terjadi dua tahun lalu, ketika Indonesia menjadi tuan rumah dengan menunjuk empat stadion megah yaitu Jakarta International Stadium, Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Stadion Gelora Bung Tomo, dan Stadion Manahan.

Saat ini, Qatar hanya menentukan dua lokasi penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2025, yaitu kompleks lapangan Aspire dan Stadion Internasional Khalifa.

Semua pertandingan babak grup hanya akan dihelat di lapangan milik Aspire Academy yang terletak di Al-Rayyan, sedangkan pertandingan final akan digelar di Khalifa International Stadium.

Mengutip The Peninsula Qatar, konsep Piala Dunia yang menggunakan kota-kota besar dan stadion megah tidak akan diterapkan dalam Piala Dunia U-17 2025.

Sekarang FIFA menghadirkan konsep baru dengan tema festival, sehingga penonton dapat menyaksikan semua pertandingan di satu tempat.

Pertandingan babak penyisihan grup akan dihelat sebanyak 8 laga setiap hari selama sembilan hari berurutan, mulai tanggal 3 hingga 11 November 2025.

Konsep semacam ini tentu tidak menguntungkan bagi para pendukung Indonesia yang sering mengirimkan jumlah orang yang cukup besar.

Di area latihan Aspire, setiap lapangan memiliki kapasitas penonton sekitar 2000 orang.

FIFA tampaknya mengambil pelajaran dari pengalaman sebelumnya di mana hanya pertandingan final yang memiliki penonton yang ramai dalam Piala Dunia U-17.

Sehingga diciptakan konsep pertandingan seperti ini, agar para penonton dapat menyaksikan seluruh pertandingan pada babak grup, bukan hanya mendukung satu peserta saja.

Pelatih timnas U-17 Indonesia, Nova Arianto, sempat terkejut dengan konsep Piala Dunia U-17 2025 yang seperti ini.

Ini pasti akan mengurangi “keuntungan” yang biasanya dinikmati oleh ribuan bahkan puluhan ribu pendukung yang berasal dari komunitas Indonesia di Qatar.

Misalnya, para pendukung Indonesia selalu memadati stadion saat timnas U-23 Indonesia berlaga dalam Piala Asia U-23 2024 yang diselenggarakan di Qatar.

“Masalah fasilitas, di awal saya jujur, saya baru saja harus menyampaikan ekspektasi saya di awal, yaitu kita bermain seperti di stadion-stadion yang pernah kita lakukan bersama Timnas U-23 maupun Timnas Senior saat berada di Qatar,” ujar Nova Arianto.

Tetapi memang saat kami mengadakan workshop, hal tersebut disampaikan sehingga kita terbentuk seperti festival dan kita akan tampil di Aspire Academy.

Yang lagi, jika secara kualitas lapangan tentu sudah sangat bagus.

“Artinya memang atmosfer yang pasti berbeda karena kita bermain di lapangan akademi,” tambahnya.

Meski menghadapi kondisi yang tak terduga, Nova Arianto memastikan para pemainnya tetap percaya diri karena telah melakukan simulasi selama pemusatan latihan di Bali.

“Tetapi, menurut saya hal itu bukanlah masalah besar, dan kami telah berusaha melakukan penyesuaian dengan mengadakan pelatihan di Bali,” ujar Nova.

Pada saat itu, kondisi di lapangan Bali United hampir mirip dengan yang terjadi dalam Piala Dunia ini, dan saya bersyukur semua berjalan dengan lancar.

Dan saya berharap hal itu bukan jadi alasan bagi kami untuk tidak berusaha maksimal.

“Karena sekali lagi, acara-acara ini sangat luar biasa bagi pemain Timnas U-17 dan menjadi proses yang baik bagi mereka ke depannya,” tambahnya.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.