Malut United FC Kecam Keras Ucapan Benci dan Rasisme terhadap Yance Sayuri
Dari kompetisi sepak bola BRI Super League 2025-2026, manajemen Malut United FC mengecam tegas maraknya ucapan-ucapan tidak pantas dan rasisme yang dilakukan oleh sejumlah pihak di media sosial terhadap Yance Sayuri karena tidak senang dengan kemenangan Malut United 2-0 atas Persib Bandung pada 14 Desember lalu.
“Serangan tersebut diduga dilakukan oleh pihak pendukung Persib Bandung setelah pertandingan Malut United melawan Persib, hal ini sangat mengecewakan,” ujar Wakil Manajer Malut United Asghar Saleh kepada Antara, Selasa.
Oleh karena itu, Asghar meminta koordinator pendukung Persib Bandung, Bobotoh, untuk mengatasi oknum penggemar yang selama ini melakukan perilaku tidak terpuji. “Kami berharap koordinator Bobotoh dapat menertibkan penggemar seperti ini,” ujar Asghar Saleh.
Asghar, “Kita Menyesalkan Hal Ini. Persib Merupakan Tim Besar, Namun Perilaku Suporter Seperti Ini Sangat Membosankan”
Berikut adalah beberapa variasi dari teks tersebut: 1. Selanjutnya, Asghar sangat kecewa dengan tindakan rasisme yang dialami Yance Sayuri. Ia menegaskan bahwa perilaku semacam itu tidak dapat diterima dalam dunia sepak bola profesional. 2. Asghar menyampaikan rasa prihatinnya terhadap serangan rasisme yang menimpa Yance Sayuri. Ia menekankan bahwa tindakan tersebut tidak pantas dilakukan dalam lingkungan sepak bola profesional. 3. Berikutnya, Asghar merasa sedih karena adanya tindakan rasisme terhadap Yance Sayuri. Ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh terjadi dalam dunia sepak bola profesional. 4. Asghar mengecam serangan rasisme terhadap Yance Sayuri. Ia menegaskan bahwa tindakan seperti ini tidak dapat dibenarkan dalam dunia sepak bola profesional. 5. Selanjutnya, Asghar menyampaikan penyesalannya atas serangan rasisme terhadap Yance Sayuri. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat diterima dalam dunia sepak bola profesional.
“Kami mengecam hal ini. Persib adalah tim besar, tetapi sikap suporter seperti ini sangat tidak pantas. Serangan rasial terhadap Yance dan Yakob Sayuri telah terjadi berulang kali,” kata mantan jurnalis senior tersebut.
Tidak hanya itu, Asghar juga mengkritik sikap PSSI sebagai federasi sepak bola Indonesia yang dianggap belum memberikan tanggapan jelas terhadap kasus rasisme tersebut. Menurutnya, tindakan rasisme serupa sebelumnya sudah dilaporkan kepada pihak berwajib.
Kami telah melaporkan ke pihak berwajib, tetapi hingga saat ini federasi terlihat tidak merespons. Tidak ada tindakan yang dilakukan,” kata Asghar.
Yance Sayuri Jadi Target Komentar Rasial di Akun Instagram Setelah Terlibat Peristiwa dengan Marc Klok
Seperti yang diketahui, Yance Sayuri menjadi objek komentar rasial di akun Instagram setelah pertandingan Malut United melawan Persib Bandung. Serangan tersebut muncul setelah Yance terlibat insiden dengan kapten Persib, Marc Klok.
Sebagai informasi, kejadian tersebut terjadi pada menit ke-38 pertandingan, ketika Marc Klok melakukan pelanggaran terhadap Yance Sayuri. Yance yang tampak marah tidak menerima tindakan tersebut dan sempat menunjukkan sikap ingin memukul rekan satu timnya di Timnas Indonesia.
Oleh karena itu, Manajemen Malut United berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan meminta seluruh pihak, termasuk federasi serta kelompok pendukung, untuk bersama-sama mengatasi tindakan rasisme di sepak bola Indonesia.
Boaz Salossa Mengajak Seluruh Pihak Bersatu untuk Menentang Persekusi Rasial
Di sisi lain, mantan pemain tim nasional Boaz Salossa mengharapkan seluruh pihak bersatu untuk menentang rasisme, dan federasi harus mengambil tindakan keras, bukan hanya melakukan kampanye.
“Saya mengajak seluruh pemain, para pendukung serta demi kemanusiaan, kita menolak rasisme dalam sepak bola,” ujar mantan kapten timnas Indonesia itu.
Pandangan serupa juga diungkapkan oleh mantan pemain nasional, Rahmat Rivai, yang menganggap rasisme dalam dunia sepak bola sebagai masalah yang sangat penting. Terlebih lagi, tindakan rasisme yang dialami dua bersaudara, Yakob Sayuri dan Yance Sayuri, terjadi di media sosial.
“Sebagai mantan pemain sepak bola, mengecam serta mengajak seluruh pihak untuk menentang segala bentuk rasisme, terlebih komitmen federasi dalam mengambil tindakan tegas terhadap individu-individu yang menyebarkan rasisme, mari kita jaga semangat toleransi di dunia sepak bola,” katanya.***
