April 18, 2026

Berita Olah Raga

Berita Seputar Olah Raga Indonesia dan Mancanegara

Kemenpora Gelar KIE di Makassar, Suporter Jadi Kunci Berkembangnya Olahraga

Aa1lktjh.jpg

, JAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melanjutkan kembali program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Suporter Sepak Bola.

Agenda bertema Suporter Cerdas, Tim Berkualitasacara tersebut dihelat di Makassar pada Selasa (26/8/2025).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, yang menyatakan bahwa suporter merupakan komponen penting dalam ekosistem olahraga. Forum KIE hadir sebagai wadah diskusi untuk menyelaraskan visi antara pemerintah, pemangku kepentingan sepak bola, dan komunitas suporter.

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Pengembangan Industri Olahraga, Raden Isnanta, menekankan bahwa para pendukung memiliki peran penting dalam kemajuan sepak bola nasional. “Pendukung adalah jiwa dari sepak bola. Tanpa mereka, pertandingan kehilangan maknanya. Namun, kami berharap para pendukung hadir bukan hanya untuk mendukung, tetapi juga menjadi bagian dari perkembangan industri olahraga,” katanya.

Isnanta menjelaskan bahwa ketika para penggemar datang dengan cara yang bijak dan sportif, maka kompetisi akan menjadi lebih baik. Para sponsor pun akan tertarik untuk bergabung, penjualan tiket meningkat, dan perekonomian lokal di sekitar stadion juga ikut berkembang.

Salah satu keinginan utama para pendukung di Makassar adalah pencabutan larangan untuk menyaksikan pertandingan tandang. Mereka berharap, jika kelompok tersebut dapat bertindak tertib dan tidak menimbulkan masalah, izin untuk menghadiri laga away bisa kembali diberikan. Isnanta menganggap hal ini justru dapat mendorong perkembangan industri olahraga.

“Jika suporter dapat melakukan perjalanan ke luar kota dengan cara yang baik, industri olahraga kita secara otomatis akan semakin berkembang. Bayangkan, mulai dari tiket pertandingan, transportasi, penginapan, makanan, hingga pariwisata, semuanya ikut bergerak,” ujar Isnanta menegaskan.

Selain masalah hari away, para penggemar juga menginginkan Makassar segera memiliki stadion yang layak untuk Liga 1. Saat ini, PSM masih bertanding di Parepare yang berjarak lebih dari dua jam dari pusat kota, sehingga akses bagi penonton masih terbatas.

Ahli sepak bola nasional, M. Kusnaeni, menganggap Makassar memiliki basis pendukung yang kuat serta kondusif. Namun, ia menekankan perlunya sistem pengawasan ketat jika kebijakan hari away kembali diterapkan. “Diharapkan ke depan PT LIB melakukan pendaftaran yang terhubung dengan data kepolisian melalui aplikasi tiket,” katanya.

Berdasarkan pendapat Kusnaeni, sistem tiket berbasis database mampu mengidentifikasi riwayat penonton apakah bebas dari narkoba, tidak memiliki catatan pelanggaran, serta siap mematuhi prinsip sportivitas.

“Jika terjadi pelanggaran, basis data dapat menjadi dasar pemberian sanksi larangan menonton atau sanksi lain sesuai hukum,” tambahnya.

Skenario ini memberikan peluang besar dalam membentuk budaya away day yang sehat. Kota tuan rumah akan meraih manfaat ekonomi, klub mendapat tambahan pendapatan, dan liga menjadi lebih hidup dengan suasana persaingan yang positif.

Melalui kegiatan KIE, Kemenpora berupaya menegaskan bahwa para suporter bukan hanya sekadar penonton di tribun, tetapi juga sebagai penggerak utama industri olahraga nasional. Dengan komunikasi yang efektif, aturan yang jelas, serta komitmen dalam menjaga sikap sportif, sepak bola Indonesia dapat berkembang lebih pesat.

Daftar Kelompok Penonton yang Hadir di KIE

1. Suporter The Maczman

2. Suporter LAJ

3. Suporter ISM Komando

4. Suporter Redgank

5. Suporter KVS

6. Suporter Ramang Mania

7. Suporter PSM Fans

8. Suporter CSM

9. Suporter KDS

10. Suporter KVU

11. Suporter KSVU

12. Suporter Punggawa Eja

13. Suporter Phinisi Eja

14. Suporter Gue PSM

15. Suporter Balaikota Mania

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.