Derby Jatidiri Kendal Tornado FC Vs PSIS Digelar Tanpa Penonton, Masalah Suporter Mahesa Jenar Belum Selesai
Laga derby antara dua klub yang bermarkas di Stadion Jatidiri musim ini, Kendal Tornado FC melawan PSIS Semarang akan digelar tanpa kehadiran penonton.
Laga Final Liga 2025-2026 yang mempertemukan Kendal Tornado FC melawan PSIS Semarang yang rencananya akan berlangsung pada Jumat (7/11/2025) mendatang akan dihelat tanpa kehadiran penonton.
Kedua klub akan saling bertemu dalam pertandingan yang dikenal sebagai derbi Jatidiri karena keduanya menggunakan Stadion Jatidiri sebagai markas mereka pada musim ini.
Selain berbagi lapangan, kedua klub juga memiliki hubungan emosional karena sosok yang menjadi penggerak dari kedua tim asal Jawa Tengah tersebut.
Klub Kendal Tornado FC di kepemilikan oleh Junianto, atau dikenal juga sebagai Ebes Anto, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Komisaris di PSIS Semarang.
Ia pernah berselisih pendapat dengan CEO PSIS, Yoyok Sukawi, hingga akhirnya ia mendirikan klubnya sendiri, Kendal Tornado FC.
Alasan pertandingan Kendal Tornado FC melawan PSIS Semarang adalah terkait dengan masalah keamanan, sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Satuan Intel Polrestabes Semarang, Kompol Rohmadi Hartono.
Sejauh ini, para pendukung PSIS Semarang sangat kecewa terhadap manajemen karena kinerja mereka tidak menunjukkan peningkatan.
Di sisi lain, Kendal Tornado FC berhasil menjual tiket pertandingan kandang di Stadion Jatidiri, sebagian besar dihadiri oleh pendukung PSIS.
Menurut Kompol Rohmadi, pendukung PSIS sekarang mendukung Kendal Tornado FC agar dapat menghina tim yang biasanya mereka dukung.
Ini yang menjadi perhatian pihak kepolisian, sehingga menyarankan pertandingan Kendal Tornado FC melawan PSIS Semarang dihelat tanpa kehadiran penonton.
“Pasti, pertandingan Kendal Tornado FC melawan PSIS Semarang tanpa penonton, karena sangat berisiko terjadi keributan,” kata Kompol Rohmadi dilaporkan dari Tribun Jateng.
Intinya, para pendukung Semarang masih memiliki masalah yang belum terselesaikan dengan manajemen PSIS.
Ketika Kendal Tornado FC memanfaatkan para penggemar, mereka (pendukung PSIS) akan antusias menyaksikan pertandingan. Namun hanya untuk melecehkan PSIS.
“ini adalah hal yang dikhawatirkan akan menimbulkan kekacauan. itulah kerentanan,” tambahnya.
Meskipun berlangsung tanpa kehadiran penonton, pihak kepolisian tetap akan mengirimkan personel secara penuh.
Ia juga waspada terhadap aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh pendukung PSIS di luar stadion.
“Kami akan terus memaksimalkan jumlah personel, kami siap berjaga di luar stadion,” katanya.
Kekhawatirannya adalah akan terjadi tindakan pemboikotan atau demonstrasi seperti itu.
Kami berharap warga kota Semarang, khususnya yang rencananya menyaksikan pertandingan sepak bola. Jika tidak ada pengumuman resmi terkait tanpa penonton, jangan datang.
“Ketika diketahui ada penonton, jika niatnya hanya untuk membuat keributan sebaiknya tidak datang,” tambahnya.
Klub Kendal Tornado FC saat ini menempati posisi keenam dalam klasemen sementara wilayah timur Liga Championship 2025-2026.
Sementara itu, PSIS berada di dasar klasemen dan belum berhasil meraih kemenangan dalam 8 pertandingan yang telah dijalaninya.
