Tottenham Incar Eze Usai Maddison Cedera, Palace Pasang Harga Tinggi
– Tottenham Hotspur sedang bergerak cepat dalam bursa transfer musim panas ini setelah kehilangan James Maddison akibat cedera ligamen anterior (ACL) yang membuatnya absen hampir sepanjang musim 2025/2026. Klub asal London Utara dilaporkan menetapkan gelandang serang Crystal Palace, Eberechi Eze, sebagai prioritas utama untuk mengisi kekosongan di lini tengah kreatif mereka.
Cedera Maddison menjadi pukulan berat bagi Tottenham. Pemain tengah andalan itu mengalami cedera saat pertandingan pramusim melawan Newcastle United. Menurut laporan Fichajes, kemungkinan besar Maddison tidak akan kembali bermain sebelum akhir musim, sehingga pelatih Thomas Frank harus mencari jalan keluar darurat.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Tottenham telah menetapkan Eberechi Eze sebagai kandidat terbaik pengganti Maddison. Arsenal sebelumnya juga dikaitkan dengan pemain tim nasional Inggris tersebut, namun Crystal Palace menetapkan harga sekitar 65 juta Poundsterling atau setara Rp1,35 triliun bagi klub yang ingin mendatangkannya.
Eze, yang masih memiliki kontrak di Selhurst Park hingga Juni 2027, tampil luar biasa pada musim 2024/2025. Ia mencatatkan 14 gol dan memberikan 11 umpan kunci dalam 43 pertandingan di berbagai kompetisi. Sejak bergabung dari Queens Park Rangers pada musim panas 2020, pemain berusia 27 tahun ini telah mengoleksi 40 gol dan 28 assist dalam 167 laga bersama Palace.
“Tottenham siap bertindak setelah berita buruk mengenai Maddison,” tulis Fichajes dalam laporannya. Kehadiran Eze dianggap mampu mempertahankan kekuatan serangan Spurs di posisi gelandang serang, terutama dengan absennya Dejan Kulusevski yang juga mengalami cedera lutut jangka panjang.
Komentar Thomas Frank dan Kondisi Tim Tottenham Hotspur
Pelatih Tottenham, Thomas Frank, mengakui bahwa timnya saat ini sedang aktif bergerak di pasar transfer, khususnya untuk posisi lini depan. “Kami jelas sedang mencari pemain baru,” katanya sebagaimana dilaporkan oleh media Inggris setelah Spurs kalah 0-4 dari Bayern Munich dalam pertandingan uji coba pramusim terakhir.
Frank menekankan bahwa cedera pemain utama seperti Maddison membuat kebutuhan untuk mendatangkan pengganti semakin mendesak. Namun, ia tetap waspada dalam memberikan informasi mengenai transfer yang sedang dipertimbangkan. “Tidak ada yang saya pastikan 100 persen sebelum semua hal resmi,” tambahnya.
Kehadiran dua kreator utama, Maddison dan Kulusevski, yang absen membuat Spurs menghadapi risiko kehilangan variasi serangan di awal musim. Eze dianggap memiliki gaya bermain yang fleksibel, mampu bertindak sebagai pengatur serangan, serta bisa memberikan ancaman langsung terhadap gawang lawan.
Kekuatan Eze dan Tantangan Pindah Tim
Kinerja luar biasa Eze musim lalu membuatnya menjadi incaran klub-klub besar. Palace diperkirakan akan kesulitan mempertahankan pemain tersebut, terlebih ia memiliki ambisi untuk bermain di Liga Champions. Bagi Eze, pindah ke Spurs bisa menjadi langkah strategis agar meningkatkan peluang masuk ke tim utama Inggris dalam Piala Dunia musim panas mendatang di bawah arahan Thomas Tuchel.
Namun, harga 65 juta Poundsterling menjadi tantangan tersendiri. Tottenham perlu memutuskan apakah mereka bersedia menghabiskan dana sebesar itu, terutama untuk pemain yang baru sekali tampil di kompetisi Eropa. Sampai saat ini, Eze telah mencetak 34 gol dan memberikan 23 assist dalam 146 penampilannya di Liga Inggris.
Berdasarkan laporan Fichajes, Palace tidak akan menurunkan harga pemain tersebut meskipun ada tekanan dari pihak lain. Mereka percaya kontribusi Eze sangat penting untuk mempertahankan posisi klub di tengah klasemen Liga Inggris.
Potensi Dampak pada Musim 2025/2026
Jika transfer ini terwujud, Eze berpeluang menjadi pemain kunci bagi Tottenham musim ini. Gabungan kemampuan teknik pribadi, visi bermain, serta kemampuan mencetak gol dari lini tengah akan memberikan dimensi baru dalam serangan Tottenham. Kehadirannya juga bisa mengurangi beban Harry Kane dan Son Heung-min dalam mencetak gol.
Namun, jika negosiasi tidak membuahkan hasil, Spurs perlu berpikir keras mencari opsi lain sebelum masa transfer ditutup. Kondisi ini menjadi ujian pertama bagi Thomas Frank dalam membentuk tim yang kompetitif di musim pertamanya melatih Tottenham.
Dalam persaingan Liga Inggris yang semakin sengit, kecepatan dalam mengambil keputusan transfer bisa menjadi faktor penentu apakah sebuah klub akan finis di zona Liga Champions atau kalah dari pesaing setempat seperti Arsenal dan Chelsea.
Cedera James Maddison memaksa Tottenham untuk melakukan langkah besar dalam bursa transfer. Eberechi Eze menjadi target yang masuk akal, namun harga mahal yang ditetapkan oleh Crystal Palace membuat negosiasi tidak akan mudah. Jika Spurs berhasil menyelesaikan transfer ini, mereka akan mendapatkan pemain kreatif yang sedang dalam kondisi terbaiknya, dan siap mengisi kekosongan yang ditinggalkan Maddison.
Musim baru Liga Inggris sebentar lagi dimulai, dan waktu semakin sedikit bagi Tottenham untuk memastikan timnya cukup tangguh menghadapi tantangan panjang yang akan datang. Apakah Eze akan menjadi solusi atau hanya sekadar isu hangat di musim panas ini, semuanya akan terungkap dalam beberapa minggu mendatang.
