Menghadapi Piala Kemerdekaan 2025, Nova Arianto Jelaskan Alasan Banyak Pemain Diaspora Tak Hadir
JURNAL SOREANG– Timnas Indonesia U-17 akan mengikuti mini turnamen Piala Kemerdekaan 2025 yang akan dimulai pada minggu depan, yaitu tanggal 10 Agustus 2025. Terdapat 31 pemain yang tergabung dalam skuad Timnas Indonesia U-17 yang akan berlaga nanti.
Dari 31 pemain yang tercantum, hanya tiga di antaranya merupakan pemain diaspora yang masuk dalam daftar skuad Timnas Indonesia U-17. Mereka adalah Matthew Baker, Eizar Jacob Tanjung, dan Noha Pohan Simangunsong.
Pengumuman tersebut memicu perhatian banyak netizen karena sejumlah pemain asing tidak hadir dalam Piala Kemerdekaan 2025.
Mengenali berbagai pertanyaan yang muncul dari netizen dan penggemar sepak bola Indonesia,coachNova Arianto sebagai pelatih Timnas Indonesia U-17 memberikan penjelasan. Penjelasan tersebut disampaikan melalui akun Instagram pribadinya.
Terdapat beberapa alasan mengapa pemain yang bermain di luar negeri tidak dimasukkan dalam skuad Timnas Indonesia U-17 untuk Piala Kemerdekaan 2025. Salah satu di antaranya adalah karena pemain tersebut tidak mendapatkan izin dari klub tempat mereka bermain.
“Terima kasih kepada Bali United dan PSSI yang telah memberikan kami sarana terbaik dalam tahap persiapan awal kami menuju Piala Dunia U-17 2025,” ujarcoach Nova Arianto.
Hari ini kami melakukan perjalanan ke Medan mengikuti kompetisi Piala Kemerdekaan 2025. Tentu saja para pemain akan memperoleh pengalaman yang sangat berharga dalam kompetisi ini sebelum menghadapi ajang yang sesungguhnya,” katanya menjelang keberangkatan ke Medan.
“Bagi pemain yang bermain di luar negeri, kami perlu waspada karena sebagian dari mereka memiliki kemampuan yang sangat luar biasa. Namun, kami tidak mungkin membawa semua mereka karena beberapa alasan,” tambahnya sambil mengonfirmasi pemain yang berada di luar negeri.
“Pertama, isu paspor. Jika kedua orang tua tidak memiliki paspor, mereka akan mengalami kesulitan memperkuat Timnas Indonesia U-17 karena usia di bawah 17 tahun dan tidak dapat dilakukan naturalisasi,” ujarcoach Nova Arianto.
“Kedua, pemain tidak diberikan izin oleh klub untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-17. Namun, klub memperbolehkan mereka bergabung dengan Timnas Indonesia U-17 dalam Piala Dunia U-17 2025,” tambahnya.
Beberapa pemain yang bermain di luar negeri lahir pada tahun 2010 atau lebih tinggi, tetapi memiliki potensi yang menjanjikan. Mereka sedang dipersiapkan untuk kompetisi berikutnya bersama Timnas Indonesia U-17,” tambahnya.
“Harapkan dukungan dan doa karena para pemain akan terus berkembang, termasuk melakukan evaluasi serta berkomunikasi dengan tim agar kami mampu mendapatkan skuad terbaik menjelang Piala Dunia U-17 2025,” tutup Nova Arianto. ***
