Hino kuatkan posisi di manufaktur Indonesia
JAKARTA.
Memasuki usia 43 tahun berkiprah di Tanah Air, Hino Indonesia kian menegaskan posisinya sebagai salah satu tulang punggung industri kendaraan niaga nasional. Tak hanya konsisten memproduksi truk dan bus untuk pasar domestik, Hino Motors juga memperluas kontribusinya terhadap penguatan manufaktur, rantai pasok lokal, serta ekspor global dari Indonesia.
Saat ini, Hino Indonesia memiliki fasilitas produksi yang sangat lengkap, yaitu PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) di Purwakarta. Fasilitas ini memiliki luas area industri sebesar 296.000 meter persegi dengan bangunan seluas lebih dari 169.000 meter persegi. Dari tempat ini, ribuan unit truk dan bus diproduksi setiap tahun melalui lini manufaktur berstandar Hino Motors Limited, Jepang.
Dengan dukungan 1.548 tenaga kerja, pabrik ini memiliki kapasitas produksi terpasang hingga 75.000 unit kendaraan per tahun. Produk yang diproduksi mencakup segmen light duty truck, medium duty truck, hingga bus. Area produksi dibagi menjadi tiga zona utama, yakni area bus, truk, dan mesin, yang masing-masing dikerjakan secara runut oleh tenaga profesional di bidangnya.
Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang Tinggi
Komitmen Hino terhadap penguatan industri nasional tercermin dari Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk mereka yang telah mencapai di atas 40 persen. Saat ini, terdapat 31 model kendaraan Hino yang memiliki TKDN dalam kisaran 44,35% hingga 57,26%. Selain itu, Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) Hino telah mencapai 14,10%, yang mencerminkan strategi jangka panjang untuk mendorong pemanfaatan komponen lokal, pengembangan pemasok dalam negeri, serta penguatan rantai pasok industri otomotif nasional.
Ekspor ke Berbagai Pasar Global
Tidak hanya fokus pada pasar domestik, produk dan komponen Hino Indonesia juga berkontribusi pada pasar global. Sejak ekspor perdana pada 2011, Hino konsisten mengekspor kendaraan utuh (CBU), CKD, serta komponen ke berbagai negara di Asia Tenggara, Amerika Selatan, hingga Asia Timur seperti Vietnam, Filipina, Bolivia, Haiti, Papua Nugini, Thailand, Malaysia, Pakistan, Taiwan, dan Jepang. Hal ini menegaskan posisi Indonesia sebagai bagian penting dari rantai produksi global Hino.
Dominasi di Pasar Medium Duty Truck
Di sisi penjualan, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) kembali membuktikan dominasinya dengan mempertahankan posisi sebagai market leader medium duty truck selama 25 tahun berturut-turut. Sepanjang 2025, Hino 500 Series mencatatkan pangsa pasar sebesar 56%, dengan total penjualan medium duty truck mencapai 11.710 unit. Total penjualan Hino sepanjang 2025 mencapai 20.517 unit. Pada segmen light duty truck (LDT), pangsa pasar meningkat menjadi 21% dengan penjualan 8.712 unit. Kinerja ini terbilang solid di tengah penurunan pasar kendaraan niaga nasional sebesar 12% pada periode yang sama.
Strategi Total Support yang Kuat
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari strategi Total Support yang menjadi DNA layanan Hino, mencakup ketersediaan suku cadang, jaringan bengkel yang luas, serta dukungan teknis yang berorientasi pada kebutuhan riil pelanggan di lapangan.
Sebagai wujud nyata konsep Total Support, HMSI juga mengoperasikan Hino Total Support Customer Center (HTSCC) di Purwakarta. Didirikan pada Januari 2022, HTSCC berfungsi sebagai pusat pengembangan layanan, keselamatan, dan kompetensi pengemudi untuk mendukung operasional pelanggan secara berkelanjutan.
Fasilitas ini dilengkapi area pelatihan mengemudi seluas 24.000 meter persegi, lintasan uji sepanjang 800 meter, ruang kelas, simulator mengemudi, serta berbagai modul keselamatan dan teknik berkendara. Melalui Hino Indonesia Academy, Hino menyelenggarakan pelatihan pengemudi dan teknisi dengan trainer tersertifikasi BNSP, termasuk program Hino Driving School.
Investasi Jangka Panjang untuk Masa Depan
Dengan pendekatan menyeluruh dari hulu ke hilir, mulai dari manufaktur, pengembangan SDM, hingga layanan purna jual, Hino Indonesia memastikan setiap kendaraan yang beroperasi di lapangan didukung oleh ekosistem yang kuat. Memasuki usia 43 tahun, Hino menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi bagi pertumbuhan industri transportasi nasional melalui investasi jangka panjang, penguatan industri dalam negeri, ekspor, serta layanan Total Support yang konsisten.
