April 18, 2026

Berita Olah Raga

Berita Seputar Olah Raga Indonesia dan Mancanegara

Calon Investor Siap Kembangkan Kebondalem Jadi Pusat Olahraga dan Hiburan, PKL Berharap Kembali

Fasilitas stadion kebondalem kendal.jpg

Pemkab Banyumas Siapkan Pembangunan Kebondalem sebagai Kawasan Sportainment

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas telah memastikan adanya minat dari investor untuk mengelola bangunan mangkrak di Kebondalem Purwokerto. Rencananya, kawasan tersebut akan diubah menjadi pusat olahraga dan hiburan yang dikenal dengan istilah sportainment. Pembangunan rencananya akan dimulai pada tahun ini.

Sejak Kejaksaan RI secara resmi menyerahkan aset tanah Kebondalem kepada Pemerintah Kabupaten Banyumas pada Maret 2025, berbagai rencana penataan mulai dipersiapkan. Sebelumnya, tanah di Kebondalem menjadi objek sengketa antara Pemkab Banyumas dan PT Graha Cita Guna (GCG) selama puluhan tahun.

Rencana menghidupkan kembali Kompleks Kebondalem yang beberapa tahun terakhir dikenal sebagai Blok M-nya Purwokerto disambut baik oleh warga. Salah satu pedagang kaki lima (PKL), Sari (62) mengatakan bahwa rencana pembangunan di bekas gedung mangkrak itu sudah menjadi isu tiap tahun. Jika benar-benar dilakukan, dia menyambut senang karena dampaknya akan meramaikan kembali Kompleks Kebondalem.

Pedagang-pedagang kecil juga diharapkan akan mendapatkan rezeki dari pembangunan ini. “Tapi, kami PKL ini disediakan tempat. Dulu pun ada, lalu dipindahkan. Jadi, masyarakat kecil seperti kami juga merasakan dampaknya,” ujarnya.

Kabar tersebut juga disambut baik oleh Nota Darsino (50), seorang penyewa ruko di Kompleks Kebondalem. Ia mengatakan, jika dampaknya positif, dia sangat menantikan penataan dan pembangunan gedung mangkrak tersebut. Sejak awal berdagang baju di Kebondalem pada 1995, gedung tersebut sudah mangkrak.

“Kebondalem itu dari dulu dikenal sebagai pusat perbelanjaan di Purwokerto. Kalau bisa ditata lebih bagus, maka akan menarik antusias masyarakat lebih tinggi,” ungkapnya.

Kembalikan PKL Terdampak

Nota bercerita, di dalam kawasan Kompleks Kebondalem Purwokerto, dulunya ada pusat perbelanjaan yang isinya para PKL. Sebelum menyewa ruko, dulunya dia adalah PKL. Pada 2017, para PKL tersebut digusur dan dipindahkan ke Pasar Sari Mulyo.

“Mungkin, dari pemerintah daerah niatnya baik, dipindahkan ke Pasar Sari Mulyo. Tapi, pada kenyataan, di dalam saja banyak yang pada tutup dan bangkrut,” ungkapnya.

Nota berharap, PKL yang dulu digusur dari dalam Kebondalem dikembalikan lagi. Sebab, para PKL itu lah yang dulu membuat Kebondalem terkenal sebagai pusat perbelanjaan.

Janji Bupati Dikembalikan

Mustangin, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kebondalem, menjelaskan, kondisi UMKM atau PKL di Kompleks Kebondalem dulunya sangat bagus dan berkembang baik. Tetapi, saat ini, dapat dikatakan mati suri. Dia mencatat, para PKL yang dulunya berdagang di Kompleks Kebondalem, jumlahnya mencapai 137 UMKM.

“Dari teman-teman saya yang berjumlah 137 UMKM, sekarang yang berjalan sekira 27 orang. Itu juga sudah kesusahan,” ujarnya.

Janji Bupati Dikembalikan

Mustangin mengatakan, sentral UMKM kelompoknya dulu berlokasi di belakang Swalayan Matahari. Saat itu, pemindahan PKL ke Pasar Sari Mulyo oleh Bupati Achmad Husein pada 2017, tujuannya agar penyelesaian sengketa antara Pemkab Banyumas dan PT GCG cepat selesai. Alasannya, karena adanya proses pemindahan hak atas guna lahan dari investor ke Pemkab Banyumas.

Tetapi, dulu, para PKL sudah dijanjikan akan kembali menempati Kompleks Kebondalem. “Kita pindah ke pasar itu sudah dijanjikan akan kembali ke tempat semula seandainya sudah diperbaiki. Namun, hingga sekarang ini belum diperbaiki, bertahun-tahun dan sampai sekarang,” jelasnya.

Tiga Tahap Pengembangan

Kepala Bidang Aset Daerah Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Banyumas, Adi Prasetyo mengatakan, aset tanah di kawasan Kebondalem milik Pemkab Banyumas, seluas 20.637 meter persegi. Lokasi tersebut sejak dulu menjadi pusat perbelanjaan, yang pertama kali ada dan menjadi cikal bakalnya yaitu Pasar Sari Mulyo.

Sedangkan pembangunan pasar modern yang dikenal dengan Kompleks Kebondalem dilakukan dalam tiga periode waktu, pada 1980, 1982, dan 1986. “Pada 1980 itu ruko yang menghadap ke timur, Jalan Jenderal Suprapto. Menyusul tahun 1982, yang menghadap ke utara, Jalan Gatot Subroto. Lalu, tahun 1986 paling luas, dari yang saat ini Matahari sampai bangunan mangkrak eks- Metro Jaya,” jelasnya.

Adi mengatakan, bangunan mangkrak sejak tahun 1986 itu rencananya dulu akan dibangun semacam supermarket dan taman hiburan rakyat (THR). Tetapi, kemudian terjadi sengketa dan mangkrak. Total luas bangunan yang mangkrak tersebut mencapai 3.783 meter persegi.

Pusat Sportainment

Adi menjelaskan, proses tender tentunya membutuhkan waktu untuk pembentukan tim penilaian dan pengkajian. Meski begitu, sudah ada calon investor yang menyampaikan berminat mengelola dan membangun gedung mangkrak tersebut. Rencananya, akan dibangun sportainment, perpaduan antara sport (olahraga) dan entertainment (hiburan).

“Ada ruang untuk aktivitas olahraga dan hiburannya juga,” ungkapnya. Adi mengatakan, Pemkab Banyumas pun belum menentukan nilai pekerjaan untuk pembangunan sportainment di eks gedung mangkrak tersebut karena masih pengkajian.

“Nanti, itu penentuannya melalui lelang kerjasama pemanfaatan aset tersebut,” katanya.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.