
PIKIRAN RAKYAT –Pemerintah Kota Cimahi menegaskan bahwa Stadion Sangkuriang akan terus dimanfaatkan sesuai dengan tujuannya.
Meski tidak lagi memiliki klub sepak bola setelah PSKC pindah dari Kota Cimahi, fasilitas olahraga tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan olahraga masyarakat.
“Stadion Sangkuriang kini berfungsi sebagai tempat olahraga yang disiapkan untuk masyarakat sesuai dengan tujuan awalnya pada masa lalu,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi Achmad Nuryana, Minggu (24/8/2025).
Sebelumnya, Stadion Sangkuriang diprediksi akan menjadi markas PSKC setelah mengalami perbaikan. Namun, klub tersebut secara resmi berubah nama menjadi Garudayaksa FC setelah diambil alih pada Kongres Biasa PSSI 2025 dan kini bertanding di Bekasi.
Stadion Sangkuriang merupakan landmarkKepuasan masyarakat Kota Cimahi. Fasilitas olahraga ini memiliki sejarah perkembangan cabang sepakbola, diresmikan pada 28 Agustus 1974 dan awalnya menjadi markas Persikab Kabupaten Bandung sebelum Cimahi menjadi kota administratif terpisah pada tahun 2001.
Ahmad mengatakan, tanpa adanya klub PSKC tidak langsung mengubah peran stadion.
Meskipun tidak menjadi markas dari klub sepak bola yang menjadi kebanggaan warga Kota Cimahi, fasilitas olahraga tersebut dimanfaatkan secara maksimal sebagai tempat pembinaan untuk menghasilkan pemain-pemain berkualitas asal Kota Cimahi.
“Kami memiliki Askot, serta ada juga klub amator yang berlaga di sini. Sebelumnya sempat digunakan untuk Piala Soeratin. Kegiatan-kegiatan turnamen tersebut merupakan salah satu cara mencari bakat terbaik pemain sepak bola sejak usia dini, tentu diikuti dengan pembinaan yang bertahap dan berkelanjutan,” katanya.
Belum layak
Diketahui, Stadion Sangkuriang saat ini tidak memenuhi standar yang diperlukan sebagai markas sepakbola profesional.
Kondisi tribun utama stadion yang mampu menampung 12 ribu penonton belum mengalami perbaikan, termasuk belum adanya tribun di sekitar lapangan. Area tersebut juga memiliki sedikit ruang parkir kendaraan.
“Memang kalau untuk homebaseKlub profesional dengan fasilitas yang belum memadai. Masih belum mampu membangun tribun di seluruh area lapangan, bahkan area tribun yang ada saat ini juga belum diperbaiki. Sarana pendukung terus kami upayakan untuk diperbaiki, setidaknya agar bisa digunakan secara layak. Selanjutnya, ruang ganti dan toilet sudah cukup memadai, tetapi agak sulit untuk memperluas area parkir karena keterbatasan lahan,” katanya.
Pemerintah Kota Cimahi pernah melakukan renovasi Stadion Sangkuriang pada tahun 2022. Lapangan tersebut diperbaiki dan ditutupi rumput Japonica dengan anggaran sebesar Rp 5,55 miliar.
Berdasarkan Detail Engineering Design (DED) yang telah disusun, diperlukan dana sebesar Rp 278 miliar untuk melakukan revitalisasi menyeluruh Stadion Sangkuriang.
“Maka kita lakukan perbaikan sementara, tidak sekaligus karena untuk pemugaran sesuai DED memberatkan APBD secara signifikan,” katanya.
Mereka berharap segera melakukan perbaikan pada bagian tribun utama. “Perbaikan tribun utama diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 50 miliar. Namun akan disesuaikan kembali dengan rencana yang lebih realistis, dan pengerjaannya akan dilakukan secara bertahap,” katanya.***