Pujian untuk Ismed Sofyan yang Biarkan Falcao Lakukan Salto



Ismed Sofyan, legenda Persija Jakarta, menjadi sorotan setelah menunjukkan tindakan sportif yang membiarkan Falcao, ikon futsal dunia, melakukan aksi salto dalam pertandingan XSeries-2 di GOR UNJ, Jakarta.

Momen ini terjadi saat Ismed yang membela Nova Titans bertemu dengan Falcao dari Fury Squad pada laga perdana masing-masing tim, Sabtu (17/1/2026). Mantan pemain Timnas Indonesia tersebut bermain bersama Ricardinho, legenda futsal Portugal, dalam ajang inovatif yang menampilkan pemain dari berbagai kalangan, baik profesional maupun kreator konten.

XSeries merupakan permainan 5V5 pertama di dunia yang menggunakan power cards dan menghadirkan fantasy match. Format pertandingan XSeries-2 terdiri dari empat babak, masing-masing berdurasi 12 menit.

Momen sportivitas tinggi Ismed terjadi ketika ia sengaja membiarkan Falcao melakukan aksi salto, yang menjadi ciri khasnya. Tindakan ini mendapat apresiasi positif, terlebih karena ada kritik terhadap jalannya pertandingan yang dinilai terlalu serius dan kurang menghibur penonton.

Banyak masyarakat Indonesia yang hadir langsung atau menyaksikan melalui siaran langsung antusias menyaksikan aksi Falcao dan Ricardinho, dua nama besar dalam dunia futsal internasional. Pertandingan sempat diwarnai momen menegangkan ketika Falcao mengalami benturan keras hingga harus ditandu keluar lapangan untuk mendapatkan perawatan medis. Beruntung, ia tetap bisa melanjutkan pertandingan hingga selesai.

Nova Titans berhasil mengalahkan Fury Squad dengan skor 14-7, namun hasil akhir tidak menjadi fokus utama penonton. Falcao, meski dalam kondisi tidak optimal akibat cedera ringan, masih mampu mencetak dua gol untuk timnya.

Aksi sportif Ismed Sofyan mendapatkan pujian dari netizen di kolom komentar akun media sosial resmi XSeries. Banyak yang menilai bahwa sikap Ismed menunjukkan penghargaan terhadap sesama legenda.

Tim Nova Titans, yang diperkuat oleh Ismed, akhirnya harus puas sebagai runner-up setelah kalah dari Grim Reaper di partai final XSeries-2 yang digelar di GOR UNJ, Jakarta, Minggu (18/1/2026).

Ismed menjelaskan alasan di balik tindakannya kepada awak media termasuk saat pertandingan final. “Saya sangat menghormati Falcao. Dia datang ke Indonesia untuk memberikan ilmu dan cara bermain futsal yang indah,” ujarnya.

“Dia tidak bermain ngotot seperti lainnya, dia memberikan tontonan skill individu meskipun sudah berusia 48 tahun dan sudah lama pensiun dari dunia futsal profesional.”

“Saya sebagai mantan pemain profesional juga sangat menghormatinya, jadi saya pikir saat dia ingin melakukan aksinya untuk salto, alangkah lebih baik jika saya biarkan saja,” tambah sang legenda Persija.

Ismed juga menyampaikan bahwa tindakannya bertujuan untuk memperlihatkan kepada publik bahwa Falcao masih memiliki kualitas sebagai pemain yang penuh teknik memukau.

Momen sportivitas tinggi yang ditunjukkan Ismed menjadi pelajaran berharga tentang sikap saling menghargai antarlegenda dalam olahraga. Gelaran XSeries-2 sendiri menampilkan berbagai bintang dari dunia sepak bola dan futsal, membuat pertandingan menjadi tontonan menarik bagi penggemar.

Meski demikian, momen Ismed membiarkan Falcao melakukan salto menjadi highlight tersendiri yang membuktikan bahwa esensi olahraga bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga saling menghargai. Sikap Ismed juga memperlihatkan karakter seorang atlet profesional yang menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan fair play dalam kompetisi.